godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Hukrim / Setubuhi Jemaat Dibawah Umur, Juru Doa Gereja Di Jombang Diringkus Polisi
Tersangka pencabulan anak dibawah umur, Hendra Prasetyo Nugroho (baju tahanan) di ringkus petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anaka (PPA) Satreskrim Polres Jombang

Setubuhi Jemaat Dibawah Umur, Juru Doa Gereja Di Jombang Diringkus Polisi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang juru doa disebuah Gereja di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Jawa timur, Hendra Prasetyo Nugroho (39) asal Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Ditangkap petusa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, dengan tuduhan memperkosa jemaatnya gadis berusia 14 tahun.

Bapak tiga anak ini, disebut menggunakan kuasanya sebagai juru doa Gereja untuk melakukan perbuatan tak perpuji. Tersangka melakukan perbuatan tersebut saat korban berusia 12 tahun.

Wakapolres Jombang Kompol Arie Trestiawan, mengatakan tersangka diduga memperkosa korban Bunga (bukan nama asli) anak di bawah umur yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dengan modus operandi melakukan pengobatan alternatif, penyembuhan melalui media doa.

“Tersangka merupakan jemaat Persekutuan Doa Efrata di Kecamatan Mojowarno. Dia biasanya didaulat memimpin doa,” kata Kompol Arie, saat jumpa pers di Mapolres Jombang. Senin (22/11/2021).

Arie menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, Pelaku Hendra menyetubuhi korbannya sebanyak dua kali di tempat berbeda. Pertama di rumah korban pada 10 Agustus 2019 sekitar pukul 22.00 WIB Perbuatan asusila itu dilakukan tersangka di kamar korban. Kedua, pada Rabu 6 Oktober 2021 sekira pukul 19.00 WIB di kamar tamu (Pesekutuan Doa) Efrata Mojowarno.

“Tersangka menyetubuhi korban saat ritual doa untuk penyembuhan. Kasus ini bermula ketika bunga mengalami sakit, dengan gejala sering mengalami kejang-kejang. Ayah korban kemudian meminta tersangka datang ke rumahnya untuk mendoakan bunga yang sedang sakit dengan harapan penyakitnya bisa terobati.” Terang Arie.

Saat berada di rumah korban, tersangka meminta ibu korban berdoa di ruang tamu dan ayah korban berdoa di rumah saudaranya yang sakit. Sementara tersangka melakukan doa berdua dengan korban di kamar.

“Setelah doa bersama dengan korban selesai, tersangka menyetubuhi Kuntum di kamar. Pelaku berdalih persetubuhan itu untuk kesembuhan korban,” kata Wakapolres.

Korban mau disetubuhi karena tersangka merupakan Hamba Tuhan yang perkataannya harus ditaati supaya menjadi berkat. Gadis asal Kecamatan Mojowarno, Jombang ini terakhir kali dsetubuhi tersangka pada 6 Oktober 2021. Namun, Arie memastikan korban tidak hamil.

“Korban akhirnya mengadu ke ibunya karena cara-cara doa penyembuhan yang dilakukan tersangka berbeda dengan yang lain,” Terangnya.

Atas kejadian tersebut, Ibu gadis 14 tahun yang masih duduk dibangku SMP itu tak terima, akhirnya melapor ke Polres Jombang pada 21 Oktober 2021. Polisi akhirnya menetapkan Hendra sebagai tersangka dan menahannya sejak 16 November lalu.

“Keputusan menetapkan Hendra, sebagai tersangka karena telah memiliki bukti-bukti yang cukup. Dan penahanan dilakukan untuk memudahkan proses hukum, agar tersangka tidak melarikan diri serta mengulangi perbuatannya.” Ujarnya.

Kini, Hendra mendekam di balik terali besi penjara guna menjalani proses hukum. Ia akan terus ditahan hingga proses berita acara berkas perkara selesai dan kemudian dilimpahkan ke jaksa dan lalu menjalani persidangan, kata Arie.

Atas perbuatannya tersangka Hendra dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Dengan ancaman hukumannya minimal 5 tahun, dan maksimal 15 tahun penjara. (Why)

Check Also

Demo Ormas Pemuda Pancasila Di Gedung DPR Berakhir Ricuh, 21 Orang Diamankan Polisi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) di depan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!