Peristiwa

Susul Minyak Goreng, Solar di Mojokerto Menjadi Langka

×

Susul Minyak Goreng, Solar di Mojokerto Menjadi Langka

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Beberapa bulan belakangan ini terjadi kenaikan harga dan krisis minyak goreng langka dipasaran, hampit terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Mojokerto, Jawa timur. Hal ini membuat masyarakat menjerit, masalah ini hingga kini belum terselesaikan oleh Pemerintah.

Kini giliran solar subsidi atau bio solar, dalam sepekan terakhir terjadi kelangkaan di Mojokerto, hal ini membuat para sopir mengeluh.

Dari beberapa SPBU yanga ada di jalan nasional di Mojokerto, mulai dari gerbang masuk Mojokerto arah Surabaya hingga ke Trowulan, nampak tulisan bahwa BBM jenis solah habis atau kosong.

Hanya ada satu SPBU yang masih tersedia solar atau bio solar, yakni SPBU di Jalan Bypass Balongmojo, dan di SPBU ini, terjadi antrian panjang kendaraan besar truk trailer.

“Rakyat makin susah. Setelah minyak goreng langka dan mahal, sampai hari ini belum selesai oleh Pemerintah. Kini giliran Solar subsidi, yang langka atau sulit didapatkan di SPBU. Kelangkaan solar ini sudah terjadi satu pekan belangan ini.” Kata Tukiman, salah seorang sopir truk asal Mojokerto. Kamis (31/3/2022).

Tukiman mengaku, dirinya hari ini sudah mendatangi 3 SPBU di Mojokerto, semuanya habis.”Barusan saya dikabari teman saya, sesama supit truk, katanya di SPBU di Jalan Bypass Balongmojo, masih ada jualan solar, tapi harus ikut antrian panjang. Ini saya mau meluncur (berangkat) kesana.” Ujar Tukiman.

Munurut Tukiman, dengan adanya kelangkaan solar ini membuat dirinya tidak bisa bekerja.

“Kalau tidak ada solar, kami para sopir tidak bisa bekerja. Kalau toh ada solarnya, kami terpaksa harus mengikuti antrian panjang. Jadi waktu kami habis buat wara-wiri cari solar dan antri solar di SPBU.” Ujarnya.

Ia sangat berharap kelangkaan solar ini, segera diatasi oleh pemerintah. Kalau solar terus-terusan langka seperti ini, kami makin susah untuk menghidupi keluarga.

“Harga bahan pokok dipasaran banyak yang naik, sementara kami sopir truk tidak bisa bekerja maksimal. Secara otomatis penghasilan kami juga berkurang. Jadi kami para sopir truk berharap agar pasokan solar bisa normal kembali seperti dulu, mudah didapat di SPBU.” Pungkas Tukiman. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!