godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Pemerintah / Tak Sesuai Fakta, Penghargaan KLA Untuk Pemkab Mojokerto Menuai Kritik
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat vidcon bersama Menteri PPPA di Command Center, Pemkab Mojokerto. Kamis (29/7/2021) lalu.

Tak Sesuai Fakta, Penghargaan KLA Untuk Pemkab Mojokerto Menuai Kritik

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya, yang diraih Pemerintah Kabupaten Mojokerto.  Yang diumumkan secara virtual oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Menuai kertik dari aktivis perempuan, Ana Yuskristiyaningsih.

Pasalnya Menurut Ana, penghargaan yang diraih dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, tidak sama dengan realitas dilapngan.

“Kabupaten Mojokerto belum layak menyandang predikat KLA. Karena menurut data yang saya didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, menyebut angka anak terlantar masih cukup tinggi di tahun 2020.” Kata Ana.

Ia menjelaskan, data yang diterbikan BPS Kabupaten Mojokerto dalam buku ‘Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2021’ yang diterbitkan BPS menunjukan angka anak terlantar di Kabupaten Mojokerto tahun 2020 sebanyak 3,942 anak, baik laki-laki maupun perempuan.

“Angka ini yang terbilang tinggi di daerah yang baru menerima penghargaan KLA. ” kata Ana, Senin (9/8/2021).

Untuk diketahui, sebelumnya Kabupaten Mojokerto kembali sabet penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Madya pada 29 Juli 2021.

Penghargaan tersebut diumumkan secara virtual oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I gusti Ayu Bintang, dengan disaksikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi di ruang command center Kabupaten Mojokerto.

Kategori Madya yang diraih Kabupaten Mojokerto tetap bertahan dari tahun 2019, mengingat program penghargaan tersebut tidak digelar pada tahun 2020 lalu.

Pada tahun 2017, Pemkab Mojokerto mendapat penghargaan KLA Pratama untuk pertama kali setelah mengirimkan dokumen pengembangan KLA sebanyak tiga kali.

Selanjutnya di tahun 2018 untuk keempat kalinya, Pemkab kembali mengirim dokumen dengan capaian kategori Pratama kedua kali. Hingga pada evaluasi ke lima di tahun 2019, sukses menunjukkan lompatan mengesankan dengan memboyong kategori Madya.

Penghargaan KLA di daerah dikategorikan menjadi lima jenis beserta raihan nilai. Antara lain Pratama (500-600), Madya (600-700), Nindya (700-800), Utama (800-900), dan capaian paling puncak adalah kategori KLA (900-1.000).

Menurut Ana, penghargaan KLA ini seharusnya dibarengi dengan program kesejahteraan anak. Bukan memenuhi dokumen agar mendapatkan penghargaan belaka.

“Seperti bantuan dari pemerintah langsung terhadap yayasan sosial yang mengakomodir anak terlantar, anak yatim piatu dan lainnya,” Tegas Ana, yang juga ketua PMII  (Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) Komisariat Majapahit. (Ags)

Check Also

Bupati Jombang Lantik Pj Sekda Dan 133 Pejabat Lainya

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, lantik Penjabat Sekda dan 133 Pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!