Hukrim  

Alex Noerdin Mantan Gubernur Sumsel Divonis 12 Tahun Bui, Putranya Juga Terjerat Kasus Korupsi

Kejaksaan Agung (Kejakgung) saat melakukan penahanan terhadap mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode 2008-2018, Alex Noerdin.

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Alex Noerdin mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode 2008-2018.

Mejalis hakim menilai terdakwa Alex Noerdin terbukti sah melakukan tindak pidana korupsi pada dua perkara sekaligus. Yakni kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahan Daerah Pertambangan dan Eenergi (PDPDE), dan dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, digelar pada Rabu malam (15/6/2022), dengan agenda pembacaan vonis.

Alex Noerdin yang juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya, menjalani sidang secara virtual dari Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang.

Dalam pembacaan vonis tersebut, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Yoserizal selain menjatuhkan vonis 12 tahun penjara, juga menjatuhkan vonis denda untuk Alex Noerdin sebesar Rp1 miliar, subsider enam bulan penjara.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Alex Noerdin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan ketiga terdakwa lainnya, yakni Muddai Madang, Caca Isa Saleh Sadikin, dan A. Yaniarsyah Hasan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung, dan Kejati Sumatera Selatan. Sebelumnya JPU menuntut Alex Noerdin dengan hukuman 20 tahun penjara. Selain itu terdakwa juga dituntut pidana tambahan, berupa uang pengganti untuk kasus PDPDE sebesar 3,2 juta dollar Amerika Serikat, dan membayar uang pengganti Rp 4,8 miliar untuk kasus Masjid Raya Sriwijaya.

Namun dalam putusanya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Alex Noerdin dibebaskan dari membayar pidana tambahan, lantaran selama proses persidangan hakim menilai tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya aliran dana ke Alex Noerdin.

Terkait unsur merugikan keuangan negara dalam perkara jual beli gas PDPDE Sumatera Selatan, hakim memaparkan jumlah kerugian negara berdasarkan audit BPK adalah senilai Rp 2,131 miliar, dan 30,2 juta dolar Amerika Serikat.

Sedangkan untuk perkara dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, nilai kerugian yang diderita negara adalah senilai Rp 64 miliar.

Menanggapi vonis tersebut, Alex Noerdin menyatakan akan melakukan upaya banding.  “Saya saya menyatakan akan banding,” Ujarnya Alex Nooerdin, usai mendengarkan Majelis hakim membacakan putusan vonis untuk dirinya.

Sementara itu kuasa hukum Alex Nooerdin, Waldus Situmorang juga menyebutkan, harusnya terdakwa bebasseharusnya terdakwa bebas, karena dalam amar putusannya terdakwa dinyatakan tidak dikenakan uang pengganti.

“Terdakwa tidak dikenakan uang pengganti, artinya terdakwa tidak menerima aliran uang hasil korupsi yang merugikan negara. Hal ini dapat diartikan, tidak ada tindakan melawan hukum yang dilakukan terdakwa.” Uangkap Waldus Situmorang kuasa hukum  Alex Nooerdin.

Sebagai informasi, tak hanya Alex Nooerdin, putra mantan Gubernur Sumsel ini Dodi Reza Alex juga menjadi salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi suap empat paket proyek pada dinas PUPR Muba.

Saat ini Dodi Reza Alex juga sedang menjalani pemeriksaan dan persidangan terkait kausus yang dituduhkan kepadanya. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!