JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan banyak penggunaan angaaran belanja daerah yang tidak tepat sasaran. Khususnya, pada belanja daerah pada sektor pendidikan dan kesehatan di masing-masing daerah.
“Belanja daerah pada sektor pendidikan dan kesehatan sangat penting. Karena sebagai investasi sumber daya manusia di era bonus demografi kelak. Oleh karena itu anggaran pendidikan sebesar 20 persen, dan anggaran kesehatan 10 persen minimal. Itu sudah didengungkan dan disampaikan berkali-kali.” kata Tito, Jumat (17/6/2022).
Menurut Tito, alokasi dana minimal tersebut merupakan amanat yang diwajibkan oleh Undang-Undangan. Namun, menurut Tito, fakta lapangan berbicara lain.
“Karena saya temukan di lapangan, memang betul anggaran pendidikan dianggarkan ada daerah menganggarkan hingga 25 persen, kesehatan 15 persen, tapi ujung-ujungnya beli peralatan-peralatan yang ujungnya hanya untuk di-mark up, tidak terpakai,” ungkapnya, mantan Kapolri ini.
Tito menyebutkan barangnya ada di dalam gudang, belum kompatibel atau belum cocok dipake di daerah itu tapi dibeli, tujuannya hanya untuk itu tadi, buat proyek saja dan ujung-ujungnya di-mark up, duitnya diambil. sambungnya.
“Temuan tersebut sejalan dengan fakta lapangan di berbagai daerah di mana banyak anak muda masih tidak memiliki akses terhadap sekolah. Selain itu, angka stunting di beberapa wilayah juga masih mencemaskan karena kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama masa pertumbuhan anak sejak kandungan.” Ungkap Tito.
Oleh karena itu, tolong dipelototi betul mata anggaran pendidikan agar program itu, uang yang dialokasikan untuk pendidikan, betul-betul tepat sasaran untuk menyelesaikan masalah pendidikan di daerah itu, terutama akses pendidikan,” tuturnya.
Untuk itu, Tito menegaskan, kepada para penjabat (Pj) kepala daerah yang telah dilantik agar serius dalam mengurus pendidikan dan kesehatan di wilayah masing-masing. (Bd)






