Terendam Banjir, 251 Hektar Padi Di Jombang Terancam Membusuk

125 Hektar Tanaman Padi Kecamatan Kesamben Terendam Banjir
Ratusan hektar lahan sawah di kecamatan Kesamben yang dilanda banjir. Jum’at (14/1/2022)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Intensitas hujan di Kabupaten Jombang Jawa timur masih cukup tinggi. Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir berakibat banjir yang merendam ratusan hektar tanaman padi di Kecamatan Kesamben.

Sekitar 251 hektar tanaman padi di Kecamatan Kesamben, yang tersebar di Desa Kedungbetik, Jombatan, Podoroto, Kedungmlati, Watudakon, Carangrejo, Pojokrejo dan Desa Kesamben. Terancam mati karena terendam air. sejak lima hari terakhir ini.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kesamben Sugeng, mengatakan data sementara sawah yang terendam di Kecamatan Kesamben seluas 251 hektar.

”Lahan sawah di kecamatan Kesamben, yang sudah ditanami padi dan terendam banjir sebanyak 251 hektar. Umur tanaman padinya rata-rata masih muda. Yang terendam banjir tersebut di Podoroto, Kedungbetik, Jombatan, Kedungmlati, Pojokrejo, Kesamben, Carangrejo dan Watudakon,” Terang Sugeng. Jum’at (14/1/2022).

Sugeng mengaku, hal ini sudah mereka laporkan ke dinas pertanian, dan pihak Kecamatan.  Pantauan terakhir dilapangan sampai hari ini air belum surut.

225 Hektar Padi Terendam banjir Kesamben Jombang

“Saat ini pendataan masih terus dilakukan. Dari delapan desa itu kondisi paling parah terpantau di dua desa, yakni di Desa Podoroto dan Jombatan sampai pagi tadi, banjir masih tinggi. Ini masih kita pantau terus,” sambung Sugeng.

Menurut Sugeng, salah satu penyebab terendamnya ratusan hektar sawah lantaran luapan air avfoer sekitar. Sedikitnya ada tiga avfoer yang airnya meluap hingga ke lahan persawahan milik warga.

”Penyebab banjir ini, air berasal dari afvoer Budugsambi, Watuprodo dan Kanal Watudakon. Masuknya tidak bisa lancar, sehingga air meluap kelahan pertanian warga, akibatnya tanaman padi yang terendam terancam busuk.” Pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Camat Kesamben Eka Yulianto membenarkan hal tersebut. Berdasarkan laporan PPL terdapat 251 hektare lahan sawah dari delapan desa yang terendam banjir.

”Dari 251 hektare itu sebanyak 210 hektare masa tanam kurang satu minggu dan 41 hektare lainnya masa tanam lebih dari satu minggu,” Terang Camat.

Penanganan yang dilakukan saat ini, hanya pembersihan saluran yang terjadi sumbatan. ”Sambil menunggu keputusan dari Dinas, teman-teman PPL bersama masyarakat sudah kerja bakti membersihkan sampah-sampah. Namun upaya ini masih terkendala debit air tinggi sehingga prosesnya memakan waktu lama,” Terangnya. (May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!