godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Juli 30 2021
Home / Nasional / Terima Suap Rp 24,6 Miliar, Eks Menteri KKP Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun

Terima Suap Rp 24,6 Miliar, Eks Menteri KKP Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo divonis divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara serta denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan itu dibacakan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2021).

Hakim menyatakan Edhy bersama bawahannya terbukti menerima suap US$ 77 ribu dan Rp 24,6 miliar untuk mempermudah pengajuan ekspor benur.

“Menyatakan terdakwa edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada dalam sidang yang disiarkan daring, Kamis (15/7/2021).

Selain pidana pokok, hakim mewajibkan Edhy membayar uang pengganti sebanyak US$ 77 ribu dan Rp 9,6 miliar. Hakim mencabut hak politik Edhy untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Menurut hakim, Edhy tidak sendirian menikmati uang suap ekspor benih lobster, melainkan juga dipakai oleh para bawahannya. Itu yang menyebabkan jumlah uang yang harus dibayarkan Edhy tidak sama dengan total duit suap yang diterima. Adapun bawahannya yang dinyatakan turut menikmati duit haram itu adalah dua staf khusus Menteri KKP, Andreau Misanta Pribadi dan Safri; sekretaris pribadi, Amiril Mukminin; pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi.

Majelis hakim menimbang hal yang memberatkan, Edhy Prabowo dianggap tidak mendukung program pemberantasan korupsi, tidak memberikan teladan yang baik dan menikmati uang hasil korupsinya. Sementara pertimbangan yang meringankan, Edhy dianggap berlaku sopan, belum pernah dihukum dan harta hasil korupsi telah disita. Vonis majelis hakim, sama dengan tuntutan jaksa KPK yaitu 5 tahun penjara.

Menangapi putusan tersebut, Jaksa KPK juga menyatakan pikir-pikir atas vonis itu.

Sementara itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia juga menyatakan masih pikir-pikir untuk mangajukan banding. “Kami pikir-pikir,” kata Edhy dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Dan setelah usai sidang, Edhy mengaku sedih divonis 5 tahun. Dia mengatakan hukuman yang diberikan kepadanya tidak sesuai dengan fakta di persidangan. “Saya sedih hasil ini tidak sesuai dengan fakta persidangan, tapi ya inilah proses peradilan kita,” kata Edhy seusai menjalani sidang secara virtual di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Majelis hakim memberikan waktu 7 hari untuk kedua pihak berpikir. (Bd)

Check Also

Hakim PT Jakarta Potong Hukuman Djoko Tjandra Menjadi 3,5 Tahun

NusantaraPosOnline.Com-JAKARTA-Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi hukuman Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandara, menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!