Hukrim  

Tolak Tanggung Jawab, Tukang Rongsokan di Tegal Nekat Bunuh Pacarnya yang Hamil

Korban Narti Dwi Yanti, bersama pelaku Aji Setiawan saat masi pacaran.

TEGAL, NusantaraPosOnline.Com- Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap Narti Dwi Yanti (19) yang jasadnya ditemukan di areal persawahan masuk Desa Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Sabtu (5/3/2022) lalu akhirnya terungkap.

Kurang dari 24 jam, setelah mayat korban ditemukan, jajaran Polres Tegal berhasil meringkus pelakunya, yang tak lain adalah pacar korban, Aji Setiawan (29) tukang Pengepul rongsokan warga Desa Bedug RT 28 RW 06 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal itu ditangkap di tempat kos korban di Kota Tegal, Minggu (6/3/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menuturkan, tersangka diketahui sudah menjalin hubungan dengan korban selama 2 tahun.  Pelaku ditangkap berawal adanya kecurigaan polisi yang tertuju kepada sang pacar, Aji Setiawan, setelah polisi mendapatkan informasi dari penjual angkringan di depan kos korban.

“Penjual angkringan, pada Jumat (4/3/2022) malam, sekitar pukul 21.30 WIB mengetahui korban keluar berboncengan menggunakan sepeda motor dengan tersangka. Tersangka pun berencana membunuh korban dan menghampiri tempat kos korban di Kelurahan Margadana Kota Tegal.” Kata Ariem, Sabtu (12/3/2022).

Korban lalu diajak jalan-jalan menggunakan sepeda motor Yamaha Yupiter Z warna hitam G 2340 VF milik tersangka. Sebelumnya korban sempat diajak makan malam di sekitar Pasar Margadana.

“Tersangka akhirnya membawa korban ke tempat sepi di seputaran areal persawahan Desa Dukuhturi. di TKP inilah, tersangka kemudian menghampiri korban dan mendorong tubuhnya hingga terjatuh di tepi sawah.” Terangnya.

Tersangka lalu menghampiri korban dan memukul bagian kepalanya sebanyak dua kali, sebelum akhirnya mencekik leher korban menggunakan tangannya. Akibatmya korban pun terbaring lemas.

Setelah mengetahui korban tak bernyawa, tersangka membuang jasad korban ke dalam parit yang terdapat genangan air di tepi sawah agar tidak terlihat orang.

Usai membunuh korban, selanjutnya tersangka kembali ke rumah kos korban untuk membuat alibi seolah-olah dia mencari korban. Tersangka juga beralibi dengan menanyakan kabar dari seroang teman wanitanya, soal di mana keberadaan korban melalui WA.

Tersangka juga sempat memastikan kondisi korban dengan mendatangi RSUD dr Soeselo bersama saudaranya.

Namun, lanjut Kapolres, keberadaan pelaku menjemput korban yang disaksikan pemilik warung angkringan di depan kos korban diakui tersangka. Pelaku membenarkan menjemput korban, Jumat (4/2/22) malam, kemudian membunuhnya pada pukul 01.00 dini hari WIB.

“Kenapa pelaku membunuh ? Karena korban memberi tahu kepada tersangka bahwa ia tengah hamil. Namun Tersangka mengaku tak sanggup untuk bertanggung jawab dan membiayai sehingga tersangka nekat untuk menghabisi nyawa korban,” ungkap Kapolres.

Kepada Polisi tersangka AS (24) mengaku sakit hati kepada korban karena kekasihnya minta dinikahi setelah diketahui hamil.

“Saya mau usaha dulu ngumpulin duit dulu buat nikah, tapi korban memaksa sampai keluar kata-kata kasar hingga saya gelap mata”, kata tersangka.

Pelaku sakit hati korban selalu membanding-bandingkannya dengan lelaki lain yang lebih mapan. Tersangka berprofesi sebagai buruh rongsok yang penghasilnya Rp 30.000 sehari. Sedang korban berprofesi sebagai tukang tensi darah keliling.

“Atas perbuatannya pelaku disangkakan dengan pembunuhan berencana. Yakni Pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP serta pasal 80 ayat (3) UURI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan seumur hidup atau hukuman mati. Karena walaupun masih dalam janin anak tersebut bisa kita nyatakan seorang anak, sehingga ancamannya penjara seumur hidup atau hukuman mati,” Pungkas Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at. (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!