JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 40 orang dari kalangan pelajar hingga aparatur sipil negara (ASN) setempat, tumbang kelelahan saat upacara berlangsung di alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (2/5/2023) pagi.
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB sempat molor hingga pukul 08.00 WIB dalam memperingati Hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, dipimpin Bupati Jombang Mundjidah Wahab.m dan diikuti ratusan peserta dari sejumlah pelajar hingga ASN ini berlangsung dengan menggunakan baju adat.
Tak lama berselang, satu persatu peserta upacara tumbang alias jatuh pingsan di lokasi upacara. Sejumlah petugas medis pun langsung sigap membawa sejumlah perawatan, mengevakuasi korban tumbang ke tenda peristirahatan.
Tak cuma satu dua, terdapat puluhan orang baik kalangan pelajar hingga ASN setempat yang jatuh pingsan saat ikuti upacara peringatan Hardiknas tersebut. Sehingga dua tenda medis tersebut terpantau padat orang yang dilakukan perawatan.
Tri Wahyudi, tim P3K Dinas Kesehatan Puskesmas Jatiwates, Kabupaten Jombang menyebutkan sedikitnya terdapat 32 sampi 40 peserta upacara yang jatuh pingsan.sebagian sempat langsung terjatuh pingsan di barisan upacara, tim medis langsung sigap mengevakuasi dan melakukan perawatan.
“Ada 32-40 orang yang pingsan ya , Peserta terkena preshock atau lemas badan dan seketika pandangan gelap, tadi dipengaruhi faktor cuaca memang panas Tapi langsung dibawa ke tenda dan dilakukan perawatan. Rata-rata yang dialami sebagian pelajar, ASN dan guru ini kondisi tubuhnya kurang siap untuk mengikuti upacara dengan cuaca yang seperti saat ini,” ujar Tri Wahyudi kepada wartawan.
Selain faktor cuaca yang terlalu panas dan kesiapan tubuh sebelum upacara, penyebab dari banyaknya peserta upacara yang tumbang disebutkan Tri Wahyudi juga disebabkan pakaian adat dengan perhiasan berad dan berlangsungnya upacara yang terlalu lama.
“Penyebabnya juga dari banyak pelajar yang memakai baju adat persiapannya sudah sejak selesai waktu subuh. Sementara upacaranya baru dimulai jam 8 dan selesai jam 9 an. Jadi beban perhiasan nya terlalu berat dan upacaranya lama sampai kepanasan,” katanya.
Hingga saat ini, dipastikan Tri Wahyudi bahwa seluruh peserta upacara yang tumbang sudah dilakukan perawatan hingga kondisi kembali normal. Dipastikannya tidak ada korban yang sampai dievakuasi ke puskesmas atau rumah sakit.
“Sudah ditindaklanjuti dengan diberikan minyak kayu putih dan perawatan lainnya. Tidak sampai ada yang dievakuasi ke RSUD Jombang, semua peserta yang pingsan atau kelelahan sudah ditangani hingga kondisi tubuhnya normal dan bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (Ris/Snt)










