MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 163 Rolling Door kios, dan 24 Pintu WC di Lantai II gedung A Pasar Inpres Kabupaten Muara Enim, Sumtra Selatan raib digodol maling. Kasus pencurian tersebut diketahui pada Selasa, 14 April 2026 lalu.
Sebelumnya kios di area tersebut digunakan sementara oleh para pedagang Baju Bekas (BJ) pasca terjadi kebakaran Gedung C.
“Setelah pedagang baju Bekas (BJ) pindah, kami sempat melakukan pengecekan, kondisi masih normal. Namun setelah libur panjang Idul Fitri, kami belum melakukan pengecekan kembali, hingga akhirnya kejadian ini diketahui,” Kata Kepala UPTD Pasar Muara Enim Firmansyah, Minggu (19/4/2026).
Menurut Firmansyah, kasus pencurian tersebut baru diketahui pada Selasa, 14 April 2026, setelah mendapat laporan dari juru tagih pasar.
“Total keseluruhan kios di lantai II gedung A Pasar Inpres berjumlah 180 unit dalam kondisi kosong karena minimnya minat pedagang, lantaran sepinya pembeli serta persaingan dengan penjualan online,” ujarnya.
Dalam kejadian ini, lanjut Firman, memang sempat ada seorang pedagang yang menyebut kios tersebut sebagai gudangnya, dan mengaku kehilangan barang.
“Namun, setelah dilakukan klarifikasi, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan atau penggunaan kios sebagai gudang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa UPTD Pasar Muara Enim telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, dan Kepala Dinas telah memberikan kuasa kepada UPTD untuk melaporkan kasus ini ke Mapolres Muara Enim untuk diproses hukum lebih lanjut.
“Kami telah menyerahkan sejumlah bukti terkait peristiwa pencurian tersebut kepada pihak kepolisian guna mendukung proses penyelidikan. Saat ini proses pemeriksaan masih berjalan. Setelah selesai, pihak kepolisian akan melakukan olah TKP,” imbuhnya.
Sementara itu, Aswan (56), salah satu pedagang yang menjual alat-alat pertanian mengaku terkejut atas kejadian ini. Dirinya tidak menyangka bisa terjadi kasus pencurian ini.
“Saya baru tahu kejadiannya dari sesama pedagang. Waktu dicek, ternyata barang-barang sudah hilang, termasuk rolling door,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa sejumlah kios tersebut selama ini juga dimanfaatkan sebagai gudang oleh beberapa pedagang, sehingga banyak barang yang tersimpan di dalamnya.
“Terakhir saya mengambil barang dari gudang itu sekitar satu bulan lalu, kondisinya masih aman,” ungkap Aswan.
Menurut Aswan, selama ini sistem keamanan pasar berjalan, karena ada petugas jaga malam yang gaji dari iuran pedagang.
Atas kejadian ini, dia berharap ada solusi dari pemerintah, ia berharap kepada pemerintah segera menindaklanjuti kasus tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi, dan kerugian pedagang dapat diminimalisir.
“Dalam kejadian ini, saya mengalami kerugian sekitar Rp 20 sampai Rp 30 juta. Saya berharap, kalau bisa ada solusi dari pemerintah, supaya kerugian kami bisa kembali.” Katanya. ***
Pewarta : MARWAN HUTABARAT










