godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Maret 9 2021
Home / Peristiwa / Baru Berumur 1 Hari Plensengan Sungai Milik DPUPR Kota Malang, Sudah Hancur
Plengsengan sungai Amprong, milik DPUPR Kota Malang, yang ambrol. Senin (23/11/2020).

Baru Berumur 1 Hari Plensengan Sungai Milik DPUPR Kota Malang, Sudah Hancur

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebuah bangunan tembok penahan jalan (TPJ) atau plengsengan sungai Amprong, milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Kota Malang, baru satu hari selesai dibangun sudah ambrol. Senin (23/11/2020).

Informasi yang dihimpun, proyek plengsengan sungai tersebut dimulai 2020. Sedangkan pada bagian yang ambrol baru selesai dikerjakan pada Sabtu (21/11/2020).

Plengsengan yang ambrol tersebut berada di tepi sungai Amprong tepatnya di sekitar bangunan Jembatan Kedungkandang Kota Malang. Dari pantauan dilapangan, plengsengan yang ambrol sepanjang sekitar 25 meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Struktur bangunan yang digunakan sebagai penahan tanah dari ancaman banjir maupun longsor sungai tersebut seluruhnya ambrol dan hancur masuk ke dasar sungai.

“Plengsengan yang ambrol ini hanya tambahan, baru selesai dibangun Sabtu. Minggu tidak apa-apa, kemudian pada Senin ambrol. Nanti akan dibangun ulang dengan jembatan beton, tidak lagi pakai pasangan batu.”  kata Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi santoso, Selasa (24/11/2020).

Hadi memastikan tidak ada masalah dengan kostruksi bangunan. Sebab, semua sudah disesuaikan dengan spesifikasi. Karena itu, dia menduga bangunan tersebut ambrol karena tergerus air di bawahnya. Sebab, menurutnya aliran Sungai Amprong cukup deras.

“Akan kami bangun lagi dengan beton, termasuk sisi timurnya. Mungkin tiga minggu selesai, sehingga akhir Desember bisa diresmikan,” ujarnya.

Hadi menyebutkan, bahwa dinding yang ambrol tersebut adalah bangunan tambahan dari proyek Jembatan Kedungkadang. Pada bagian bawah nantinya akan dijadikan jalur alternatif saat jembatan Kedungkandang sudah difungsikan.

Hadi mengklaem, tidak ada masalah dengan kostruksi bangunan. Sebab, semua sudah disesuaikan dengan spesifikasi.

“Terkait ambrolnya Plengsengan kemungkinan akibat tergerus air di bawahnya. Karena, aliran Sungai Amprong cukup deras. Dan akan kami bangun lagi dengan beton, termasuk pada sisi timurnya. Mungkin tiga minggu selesai, sehingga akhir Desember bisa diresmikan,” ujarnya. (Skf)

Check Also

Sempat Terpapar Covid Wali Kota Binjai Terpilih Meninggal

MEDAN, NusantaraPosOnline.Com-Kabar duka menyelimuti Pemkot Binjai,  Sumatera Utara. Wali Kota Binjai  terpilih periode 2021-2024, H Juliadi, meninggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!