godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 25 2020
Home / Nasional / Bos BLU Mangkang, Diperiksa Polisi Terkait Penyewan BRT
BRT KEMENHUB : 25 Armada BRT Trans Semarang Bantuan dari Kementrian perhubungan masih berada di sudah lebih 1 tahun belum dioperasikan, atau mangkrak

Bos BLU Mangkang, Diperiksa Polisi Terkait Penyewan BRT

SEMARANG (nusantaraposonline.com)- Om Telolet Om, menjelang launching puluhan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, seorang petinggi Badan Layanan Usaha (BLU) UPTD Mangkang yang mengelola pengoperasian koridor bus tersebut, Rabu (11/1) sore, diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan ada enam orang yang diperiksa oleh petugasnya hari ini, termasuk petinggi BLU tersebut. Tapi, ia masih engan menyebutkan siapakah identitas orang yang dimaksud Bos BLU UPTD Mangkang.
Dari beerapa saksi itu, yang sudah diperiksa ada yang akan dijadikan calon tersangka melakukan tindak pidana korupsi, bahkan ada uang mengarah pada penetapan tersangka.
“Sedikitnya sudah enam saksi yang diperiksa. Mulai masyarakat biasa dan pejabat BLU, semuanya kita mintai keterangan,” terang Abiyoso.

“Namun kami belum lakukan penetapan (tersangka), masih didalami lagi,” imbuhnya.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk menguak dugaan korupsi pada operasional BRT. Sebab, ada dugaan bila kasus hilangnya 32 ban serep BRT di Mangkang berkaitan dengan aksi korupsi yang dilakukan segelintir oknum pejabat terkait.

Dalam perkembangan penyelidikan lanjutannya, polisi mengendus adanya dugaan penggelapan. Ihwal penggelapan tersebut didapati dari penggantian beberapa lampu BRT dengan lampu bekas, dan hal itu tidak dikembalikan ke negara.

Dugaan korupsi dengan modus penyalahgunaan wewenang pun menyeruak ke permukaan. Terlebih lagi, sudah ada laporan penyewaan delapan BRT yang belum saatnya beroperasi. Delapan unit armada tersebut ternyata dioperasikan di dua koridor, yakni Koridor III dan IV.

Pengoperasian armada tanpa izin itu ditemukan selama September-Oktober 2016. Biaya sewanya pun mencapai Rp 200 juta.

“Ini masih kami kembangkan, yang jelas bus itu belum keluar izin trayeknya tapi sudah operasional,” tandasnya.

Sebagai informasi akhir tahun 2016 Pemkot semarang, mendapatkan bantuan 25 unit bus BRT, 25 unit bus tersebut sudah mangkrak 1 tahun lebih diterminal Mangkang. 8 unit bus yang disewakan, tersebut termasuk dari 25 unit bus bantuan Kemenhub. (jun)

Check Also

Belum Bernomer UU Cipta Kerja, Sudah Dua Gugatan Masyarakat Masuk Ke MK

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Rancangan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Omnibus Law Cipta Kerja) resmi menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!