JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebuah tempat usaha Cafe ‘Trivium’ di kawasan Jl Pattimura 3 Desa Sengon Kecamatan / Kabupaten Jombang, disatroni komplotan maling. Akibatnya, semua barang perlengkapan Cafe juga meja kursi dan atap bangunan tersebut raib digondol maling. Kerugian kisaran Rp 50 juta.
Aksi komplotan maling ini diketahui oleh pemilik cafe, setelah komplotan pelaku memasang iklan di facebook menawarkan (menjual) 18 unit meja yang masih ada dilokasi didalam cafe. Bahkan komplotan maling ini juga nekat, memasang iklan menjual bangunan cafe melalui facebook.
Ngatiyo (45) pemilik cafe Trivium, mengatakan dalam menjalankan aksinya, komplotan maling ini memanfaatkan kondisi cafe yang sudah lama tutup. Karena cafe sudah sekitar 6 bulan belakangan ini sudah tutup, dan tidak ditempati lagi.
“Kondisi inilah dimanfaatkan maling hingga leluasa, untuk menguras semua barang-barang yang ada didalam cafe. Bahkan komplotan maling ini membuat duplikat kunci, dan menambah kunci cafe dengan kunci baru. Jadi komplotan maling ini leluasa karena mereka memiliki semua kunci cafe.” Kata Ngatiyo, asal desa Banjardowo, Kabuh, Jombang.
Ngatiyo menyebutkan, barang yang sudah hilang, berupa perlengkapan barang-barang cafe, meja kursi, dan atap bangunan lantai II juga sudah hilang. Atas kejadian ini saya mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.
Ngatiyo menceritakan, kejadian yang menimpanya berawal saat pandemi Covid-19 cafe miliknya sepi dan terpaksa ditutup, karena terus merugi, dan 6 bulan belakangan ini cafe sudah tidak ditempati dan selalu kosong.
“Selanjutnya saya bermaksud menjual semua peralatan cafe, meja kursi, dan bangunan cafe yang terbuat dari besi. Untuk menjualnya saya memasang iklan di facebook. Namun belum ada pembeli atau belum laku. Tapi secara tiba-tiba saya kaget, mengetahui ada orang lain yang tidak saya kenal, juga memasang iklan di facebook (akun facebook atas nama : Mako-om-Jon) menawarkan menjual 18 unit meja dan bangunan cafe milik saya. Padahal saya tidak kenal orangnya.” Kata Ngatiyo. Senin (6/6/2022).
Untuk menjebak komplotan maling ini, sambung Ngatiyo, saya menyuruh adik saya berpura-pura jadi pembeli dan berpura-pura menawar barang-barang yang ditawarkan komplotan maling di facebook. Dan adik saya berpura-pura menanyakan lokasi, dan ingin melihat terlebih dulu 18 unit meja dan bangunan cafe yang ditawarkan oleh mailing itu.
“Pada hari Sabtu siang 4 Juni 2022 sekitar pukul 13.00 WIB komplotan maling ini kemudian, sepakat mengajak adik saya janjian, ketemuan dilokasi kejadian, yakni cafe milik saya di JL Patimura 3. Setelah tiba dilokasi kejadian, saya dan adik saya ketemu dengan salah satu pelaku bernama Teguh Purwoko. Pelaku Teguh, menawarkan ke saya 18 unit meja seharga Rp 1,6 juta. Sedangkan bangunan cafe seharga Rp 50 juta. Saya kemudian memeriksa kondisi cafe milik saya. Namun saya kaget, karena semua barang-barang saya didalam cafe sudah lenyap dicuri, bahkan atap lantai 2 juga sudah lenyap dicuri. Yang tersisa hanya sekitar 18 meja dan kerangka bangunan saja. Barulah saya mengaku bahwa saya adalah pemilik cafe. Dan dilokasi sempat terjadi keributan antara saya dengan pelaku Teguh.
“Jadi meja dan bangunan cafe yang ditawarkan kesaya ini, sisa-sisa barang yang belum mereka curi. Atas kejadian ini pada hari Sabtu 4 Juni 2022, saya langsung membuat laporan di Polsek Jombang kota, dan polisi langsung mendatangi lokasi. Dalam kejadian ini pelaku Teguh juga langsung diamankan ke Polsek Kota untuk menjalani proses hukum, termasuk meja-meja cafe yang tersisa juga diamankan ke Polsek Kota untuk barang bukti.” Ujar Ngatiyo.
Ngatiyo menambahkan, salah seorang pelaku atas nama Teguh memang sempat diamankan di Polsek Jombang. Namun saya mendapat kabar bahwa Teguh sudah dilepas, atau tidak ditahan oleh Polsek Kota.
“Padahal saya menduga bahwa Teguh Purwoko, ini termasuk salah satu dari komplotan pelaku pencurian barang-barang di cafe milik saya. Karena teguh ini juga memegang semua kunci-kunci cafe milik saya, padahal kami tidak mengenal Teguh. Kami ketemu dengan Teguh, hanya 1 kali di lokasi kejadian, saat kami berpura-pura hendak membeli meja dan bangunan cafe.” Tegas Ngatiyo.
Ngatiyo pun berharap, agar semua pelaku segera diringkus polisi. “Saya berharap semua pelaku segera tertangkap. Karena pencurian seperti ini kalau dibiarkan bisa merajalela. Dan menimpa tempat-tempat lain di Jombang, hal ini akan menimbulkan keresahan masyarakat.” Ucap Ngatiyo. (Sin/Ris)










