Hukrim  

Cinta Ditolak, Pemuda di Surabaya Nekat Teror Wanita Impiannya di Medsos Selama 10 Tahun

NRS melaporkan teman SMP nya karena merasa diteror dan dilecehkan melalui media sosial. (Foto : Istimewah).

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang pemuda AP (29 tahun) warga Kebraon, Karang Pilang, Kota Surabaya, diringkus Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Ia ditangkap karena diduga telah melakukan teror pelecehan seksual dan pengancaman terhadap perempuan NRS (27 tahun) warga Gayungan, Surabaya.

“Untuk terduga sudah kita amankan semalam di rumahnya (Surabaya),” kata Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Charles P Tampubolon, Sabtu (18/5/2024).

Stelah melakukan pemeriksaan saksi korban terduga pelaku teridenfitikasi. Kemudian polisi melakukan gerak cepat dan menjemput terduga di rumahnya. “Kami masih melakukan pemeriksaan (terhadap AP),” tegasnya.

Sebelumnya, di sebuah akun media sosial X (dulu twitter) seorang perempuan di Surabaya menjadi korban pengiriman konten bermuatan pornografi berupa gambar alat kelamin pria dan teror ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh teman SMP selama 10 tahun.

Korban NRS menceritakan bahwa dirinya menjadi korban obsesi teman SMP-nya berinisial AP (29 tahun) selama 10 tahun. Korban juga mendapat kiriman foto alat kelamin AP dan pesan bernada pelecehan seksual secara verbal dan pembunuhan.

AP dulu seorang anak pendiam di kelas. Oleh korban kemudian ditanya dan diberi uang Rp 5 ribu untuk makan. Setelah itu AP mulai ada rasa suka ke korban. Namun oleh korban sudah ditolak.

Hingga kemudian membuat AP terus menghubungi dan mengganggu kehidupan korban melalui teror di media sosial  X (dulu twitter) dan Instagram milik korban.

Setelah viral di X, korban pun mendapat dukungan dari netizen untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Akhirnya korban NRS memutuskan melaporkan kasus tersebut ke Ditreskrimsus Polda Jatim Jumat (17/5/2024).

“Saya mengalami pelecehan dan peneroran selama kurang lebih 10 tahun,” kata NRS di Mapolda Jatim, Jumat (17/5/2024).

NRS menjelaskan bahwa pelaku AP merupakan teman sekelasnya saat SMP di Surabaya. Awalnya NRS yang merupakan anak extrovert. Sementara AP introvert. Saat itu NRS memberikan uang Rp 5 ribu kepada AP untuk makan.

“Ternyata kebaikan saya disalah artikan sama dia. Dia suka sama saya. Saya pernah menolak dia. Dia pernah (menyatakan cinta) tahun 2014-2015,” Ungkapnya.***

Pewarta : AGUS W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!