godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Nasional / Cuman Divonis 4 Tahun Bui, Irjen Napoleon: Saya Lebih Baik Mati
Sidang mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

Cuman Divonis 4 Tahun Bui, Irjen Napoleon: Saya Lebih Baik Mati

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Jenderal Polisi bintang dua (Irjen Pol) Napoleon Bonaparte tak bisa menahan amarahnya usai mendengar putusan hakim di Pengadilan Tipikor Jakata Pusat.

Ia tak menerima putusan hakim yang menyebutnya bersalah karena menerima suap dari dari terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Sejak kasus itu bergulir, Napoleon mengaku martabat keluarganya telah dilecehkan. Dia menyatakan akan melawan putusan hakim tersebut. Dia bahkan sesumbar lebih baik mati daripada harus menjalani vonis tersebut.

“Yang saya hormati majelis hakim yang mulai dan para hadirin. Cukup sudah pelecehan martabat yang saya derita dari Juli tahun lalu sampai hari ini. Saya lebih baik mati daripada martabat keluarga dilecehkan seperti ini. Saya menolak putusan hakim dan mengajukan banding ” kata Napoleon. Rabu (10/3/2021).

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) mengaku akan pikir-pikir dalam menyikapi putusan hakim tersebut.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkam hukuman 4 tahun penjara terhadap Irjen Napoleon Bonaparte, dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis hakim meyakini Jenderal Polisi bintang dua terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra untuk menghapus status red notice dan DPO di Imigrasi. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan,” kata  Hakim saat membacakan amar putusan, dipersidangan Pengadilan Tipikor jakarta. Rabu (10/3/2021). 

Hakim menyebut mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama pihak lainnya dalam kasus ini.  Hakim mengatakan keterangan sejumlah saksi berikut barang bukti, telah menunjukkan adanya pemberian uang dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi kepada Napoleon. Hakim menyatakan Napoleon terbukti menerima US$370 ribu dan S$200 ribu. (bd)

Check Also

Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pegawai Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berinisial IGAS yang bertugas pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!