Beberapa potensi unggulan yang berhasil “dijahit” dengan rapi oleh Pokdarwis setempat meliputi : Agrowisata Petik Jeruk Khas Punten; Kampung Budaya dan Edukasi Pengolahan Sampah; Sentra Kriya dan Olahan Kuliner Tradisional; dan Pengalaman Live-In di Homestay Warga
KOTA BATU, beritadesa.com-Di tengah pesatnya perkembangan modernisasi pariwisata di Kota Batu, Desa Wisata Punten yang terletak di Kecamatan Bumiaji terus konsisten bersinar.
Melalui tangan kreatif masyarakatnya, desa ini sukses menjahit berbagai potensi lokal mulai dari agrowisata, budaya, hingga edukasi menjadi sejuta pesona yang memikat mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dikelilingi oleh lanskap perbukitan hijau dan udara sejuk khas lereng Gunung Arjunang-Panderman, Desa Punten tidak sekadar menawarkan pemandangan alam.
Pengelola desa wisata berhasil mengintegrasikan seluruh elemen kehidupan warga menjadi sebuah paket pengalaman yang autentik dan bernilai ekonomi tinggi.
Daya tarik utama Desa Wisata Punten terletak pada kemampuannya menyuguhkan variasi wisata dalam satu kawasan terpadu. Beberapa potensi unggulan yang berhasil “dijahit” dengan rapi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat meliputi :
- Agrowisata Petik Jeruk Khas Punten: Wisatawan bisa memetik langsung buah jeruk berkualitas unggul dari pohonnya sembari berinteraksi dengan petani lokal.
- Kampung Budaya dan Edukasi Pengolahan Sampah: Edukasi ramah lingkungan di mana warga mengajarkan pengelolaan limbah organik menjadi kerajinan bernilai jual.
- Sentra Kriya dan Olahan Kuliner Tradisional : Pemberdayaan UMKM lokal melalui produksi jajanan tradisional, batik khas Punten, dan minuman herbal yang menjadi buah tangan wajib.
- Pengalaman Live-In di Homestay Warga : Kamar-kamar rumah warga yang disulap menjadi penginapan nyaman, mengajak turis merasakan langsung keramahan hidup pedesaan.
Keberhasilan Desa Wisata Punten tidak lepas dari konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Seluruh lapisan warga mulai dari pemuda karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga tokoh adat dilibatkan aktif dalam mengelola rantai pariwisata.
“Kami tidak ingin warga hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Oleh karena itu, semua potensi dari ujung barat sampai ujung timur desa kami satukan, kami jahit, agar membentuk satu ekosistem wisata yang utuh,” ujar salah satu penggerak Pokdarwis Desa Punten.
Langkah kreatif ini terbukti efektif menurunkan angka pengangguran lokal dan mendongkrak pendapatan asli desa. Keindahan alam yang bersanding harmonis dengan kearifan lokal menjadikan Desa Wisata Punten sebagai salah satu rujukan utama desa wisata percontohan yang mandiri dan berdaya saing tinggi di Jawa Timur.***
Editor : SAFRI










