godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Agustus 6 2020
Home / Investigasi / Diduga Belum Kantongi Izin, Proyek Panti Weda Yayasan “JOMBANG BEST LIVING” Tetap Berlanjut
Lahan pertanian produktif disebelah Barat Kantor Polantas Polres Jombang, yang dialih fungsikan menjadi bangunan Panti Weda, milik Yayasan Jombang Best Living. Jum’at. (10/7/2020)

Diduga Belum Kantongi Izin, Proyek Panti Weda Yayasan “JOMBANG BEST LIVING” Tetap Berlanjut

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan panti Weda milik yayasan Jombang Best Living, yang berlokasi di desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang, tepatnya diareal sebelah barat kantor Satlantas Polres Jombang,  diduga belum kantongi izin, namun pembangunan tetap berlanjut.

Panti weda tersebut dibangun diatas lahan persawahan (tanah sawah) seluas sekitar 2.452,65 m (89,9 m x 24,9 m = 2.452,65 m2) dari pantauan dilapangan saat ini pembangunan tersebut sedang dalam pengerjaan pondasi. Dan pada minggu belakangan ini juga sudah mulai melakukan pengurugan lahan, adapun volume pengurugan lahan tersebut sebanyak 2.955,13 m3.

Menurut aturan, sebelum melaksanakan aktivitas mendirikan bangunan gedung diwilayah Jombang yang bersangkutan wajib hukumnya mengantongi Izin mendirikan bangunan (IMB), hal ini harus dipenuhi agar bangunan yang didirikan sesuai dengan tata ruang yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.

Sekertaris desa Dapurkejambon Abdul Mujib mengatakan pembangunan panti jompo atau panti Weda milik Yayasan Jombang Best Living, setahu saya belum memiliki izin. Sampai hari ini tidak ada sosialisasi, atau izin apapun yang diajukan dipemerintah desa Dapurkejambon. Bahkan saya belum tahu persis bangunan tersebut untuk apa.

Penampakan lokasi pembangunan Panti Weda, milik Yayasan Jombang Best Living. Dilahan atas lahan pertanian seluas 2.955,13 m2, Yang sudah mulai dikerjakan. Jum’at. (10/7/2020)

“Lokasi tanah yang dibangun tersebut adalah lahan persawahan produktif. Setiap izin dan sosialisasi didesa saya biasanya pasti diberitahu. Tapi setahu saya sampai hari ini tidak ada izin didesa, dan juga belum ada sosialisasi, terkait pembangunan panti Jompo tersebut. Tapi untuk lebih jelasnya minta konfirmasi saja ke Pak Kades karena beliau yang lebih paham masalah ini.” Kata Abdul Mujib dikantor Desa Dapurkejambon. Jum’at (10/7/2020).

Menurut Abdul Mujib, sampai hari ini kami juga tidak tahu siapa penanggungjawab orang yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut. “Sampai hari ini kami juga tidak tahu nama dan wajah orang yang mengurusi pembangunan tersebut.” Imbuhnya.

Hal tersebut, dibenarkan oleh bebarapa perangkat desa Dapurkejambon, yang berhasil dikofirmasi NusantaraPosOnline.Com. “Yang membangun siapa, dan bangunan tersebut untuk siapa kami juga tidak tahu. Karena tidak ada sosialisasi didesa.” Ujar beberapa perangkat desa setempat.

Sementara itu Ko Hendri, salah seorang pengurus yayasan Jombang Best Living,  ia mengatakan izinnya sudah diurus. “Izinnya sudah beres. Izinnya sudah diurus oleh pak haji. Pak haji mungkin dari partai PKB.”  Kata Hendri, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon seluler.

Terkait perizinan tersebut sampai berita ini diturunkan, NusantaraPosOnline.Com, masih berusaha meminta konfirmasi dari pihak Dinas terkait yaitu Dinas PUPR, Disperta, Dinas Perkim, dan Dinas penanaman modal dan perizinan satu pintu Kabupaten Jombang. Besambung. (Ris/Snt)

Check Also

Peleburan Limbah VCB Elektronik, Kembali Dikeluhkan Warga Desa Budug Sidorejo

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa timur, belakangan ini kembali mengeluhkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!