Dikerjakan Asal Jadi, Proyek SDN Dukuharum Dari POKIR DPRD Jombang Akhirnya Dibongkar

FOTO : Dok ARAK (Aliansi rakyat anti korupsi)

JOMBANG,NusantaraPosOnline.com – Proyek rehabilitasi dua ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuharum, di Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, yang dikerjakan asal jadi oleh kontraktor akhirnya di bongkar.

Kata Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Jombang Rhendra Kusuma, mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan kontraktor pelaksana rehab SDN Dukuharum untuk membongkar pekerjaan yang tidak sesuai.

“Kami sudah meminta kontraktor, untuk membongkar pekerjaan yang tidak sesuai. Kemarin sudah dilakukan pembongkaran.”  Kata Rhendra. Jum’at petang (1/9/2023).

Dia mengakui bahwa memang pekerjaan parah, tapi sekarang sudah diperbaiki (Sudah dibongkar).

“Kemarin sudah diperbaiki oleh kontraktor.” Singkatnya. Namun ia tidak merincikan item pekerjaan apa yang dibongkar tersebut.

Berdasarkan pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan pada Sabtu (2/9/2023), diketahui ternyata pekerjaan yang dibongkar tersebut hanya berupa dua buah balok kolom (Hanya 2 batang tiang beton) yang dibongkar. Sehingga pembongkaran itu terkesan dilakukan hanya alakadarnya. Agar seolah-olah ada tindakan tegas dari Disdik Jombang.

FOTO : Dok ARAK (Aliansi rakyat anti korupsi)

Padahal fakta dilapangan pada item pekerjaan balok kolom / balok tiang, dan pekerjaan balok gantung, pada bangunan dua ruang kelas SDN Dukuharum hampir semuanya dikerjakan asal jadi oleh kontraktor. Tapi sayang yang dibongkar, hanya 2 balok tiang bangunan. Artinya proyek ini dikerjakan asal jadi dan akal-akalan.

Berdasarkan keterangan tukang bangunan, yang mengerjakan proyek, diketahui memang hanya dua balok kolom yang dibongkar.

“Yang dibongkar hanya dua tiang (balok kolom). Sedangkan yang lainya tidak dibongkar. Balok kolom dan balok gantung yang buruk hanya ditutup / dibungkus dengan plester (adukan semen) agar permukaan balok terlihat rapi.”  Terang sang tukang / pekerja. Sabtu petang (2/9/2023). Sembari menunjukan pekerjaan 2 tiang / balok kolom yang dibongkar.

BACA JUGA :

Diberitakan sebelumnya,  proyek rehabilitasi sedang berat ruang kelas SDN Dukuharum, yang dibiayai dana POKIR anggota DPRD Kabupaten Jombang tahun 2023 sebesar Rp 158.179.443 bermasalah. Karena, dikerjakan asal jadi oleh CV Ujung Kulon.

Pekerjaan yang dikerjakan asal jadi tersebut misalnya pada pekerjaan pembuatan balok gantung, dan pembuatan balok kolom bangunan 2 ruang kelas dikerjakan asal jadi.

Hal ini terlihat jelas,  pada permukaan balok gantung dan balok kolom, terlihat amburadul tidak rata, retak-retak, terdapat banyak kropos (banyak rongga-rongga).

Kondisi balok gantung yang dihasilkan mirip sarang semut dan sarang tikus. Hal ini diduga pengecoran balok tidak dilakukan pemadatan, dilakukan pengecoran asal-asalan.

Bahkan yang lebih parah lagi, balok gantung dan balok kolom yang sudah jadi mudah remuk, pretel, dan hancur lebur. Hal ini diduga ada pengurangan campuran semen (Kurang semen). Untuk menutupi hasil pekerjaan yang sangat buruk ini, CV Ujung Kulon, secara akal-akalan menutup (Membungkus) permukaan balok dengan plester (adonan semen) agar permukaan balok tidak pretel (Rontok) dan terlihat rapi.

Atas temuan tersebut, jadi diduga kuat proyek rehab ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuharum Megaluh tersebut diduga tidak layak, karena balok gantung dan balok kolom yang berfungsi sebagai penyangga atap bangunan ruang kelas dikerjakan secara asal-asalan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa balok gantung dan balok kolom berfungsi sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Beban sebuah bangunan yang dimulai dari atap akan diterima oleh kolom. Seluruh beban yang diterima oleh kolom kemudian didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Dengan begitu, kolom pada sebuah bangunan memiliki fungsi yang sangat vital. ***

Pewarta : Wahyu

Editor : Rurin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!