godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Januari 22 2021
Home / Pemerintah / Dinas Perkim Jombang Salurkan DAK Bantuan Rumah Swadaya Didesa Made Kudu
Kades Made, Winarsih (Kerudung merah) didampingi petugas bank Jatim, diacara penyerahan upah tahap satu program bedah rumah, di Desa Made. Kamis (16/7/2020)

Dinas Perkim Jombang Salurkan DAK Bantuan Rumah Swadaya Didesa Made Kudu

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinas Perkim) Kabupaten Jombang, mengandeng bank Jatim, salurkan dana bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan rumah swadaya tahun 2020, di desa Made Kecamatan Kudu, kabupaten Jombang. Kamis (16/7/2020).

Penyerahan dana DAK bantuan rumah swadaya tahun 2020 ini dilakukan, dikantor desa setempat. Program DAK bantuan rumah swadaya, ini bisa dikenal oleh masyarakat adalah program bedah rumah tak layak huni.

Kepala Dinas Perkim, Ir. Heru Widjajanto, M.Si melalui Kabid Perumahan, Abdul Hafid. ST mengatakan, jumlah penerima DAK bantuan rumah swadaya 2020 didesa Made sebanyak 99 rumah tidak layak huni. Adapun pelaksanaan DAK bantuan rumah swadaya, ini dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

Suasana penyerahan upah tahap satu program DAK bantuan rumah swadaya, di Desa Made. Kamis (16/7/2020)

“Program DAK bantuan rumah swadaya 2020, berasal dari Kementrian PUPR, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah. Jadi program ini kita harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” Kata Hafid. Kamis (16/7/2020)

Lebih lanjut ia menjelaskan, masing-masing penerima bantuan mendapatkan Rp 17,5 juta. Adapun perincianya Rp 15 juta untuk bahan material bangunan, dan Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang. Jadi bentuk bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun rumah.

“Metode penyaluran bantuan dana DAK bantuan rumah swadaya ini, dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Jatim Cabang Jombang. Jadi penerima bantuan menerima buku tabungan yang telah terisi saldo Rp 17,5 juta.” Ujarnya.

Menurut Hafid, untuk pembelanjaan material bangunan sebesar Rp 15 juta. Yaitu penerima bantuan bisa berbelanja bahan bangunan senilai Rp 15 juta sesuai dengan material yang dibutuhkan untuk membangun, di toko Bangunan yang sudah ditunjuk. Sedangkan ongkos tukang Rp 2,5 juta, dicairkan dua tahapan, yaitu 50 persen (Rp 1.250.000) sebanyak dua kali pencairan.

Suasana antrian warga penerima bantuan bedah rumah, di acara penyerahan upah tahap satu program DAK bantuan rumah swadaya, di Desa Made. Kamis (16/7/2020)

“Nah yang kita cairkan hari ini adalah ongkos tukang tahap pertama 50 persen yaitu Rp 1.250.000. Syarat pencairan ongkos tukang tahap pertama setelah pelaksanaan bedah rumah mencapai 30 persen. Nah progres pelaksanaan bedah rumah di desa Made ini sudah mencapai 30 persen, maka hari ini kita cairkan ongkos tukang tahap pertama Rp 1.250,00. Sedangkan sisanya 50 persen yaitu Rp 1.250.000 setelah progres bangunan rumah selesai 100 persen.” Paparnya.

Ia menyebutkan total anggaran dana DAK bantuan rumah swadaya 2020 didesa Made sebanyak Rp 1.732.500.000. Kami berharap program DAK bantuan rumah swadaya 2020 ini bisa membantu warga desa Made, yang rumahnya tak layak huni, agar bisa memiliki rumah yang sehat dan layak huni.

Kepala desa Made, Winarsih, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perkim Jombang, Kementrian PUPR, dan pihak terkait lainya, atas bantuan DAK bantuan rumah swadaya 2020 yang telah diberikan ke Desa Made.

“DAK bantuan rumah swadaya ini sangat membantu warga desa Made, yang tidak mampu untuk melakukan rehap atau bedah rumah, yang tadinya tidak layak huni, menjadi layak huni, dan menjadi rumah sehat. Kami berharap bantuan ini terus bergulir, karena masih banyak rumah warga yang tak layak huni di desa Made, perlu perhatian pemerintah.” Kata Winarsih.  Kamis (16/7/2020).

Ia menambahkan, program DAK bantuan rumah swadaya 2020 ini tak hanya membantu membangun rumah warga, tapi juga menyerap tenaga kerja dari desa Made.

Suasana penyerahan upah tahap satu program DAK bantuan rumah swadaya, di Desa Made. Kamis (16/7/2020)

“Untuk tukang atau tenaga kerja, ini diambilkan dari warga, jadi ongkos tukang ini bisa dinikmati warga Made. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.  Jadi program DAK Bantuan rumah swadaya 2020 ini juga bisa membuka lapangan kerja, bagi tukang bangunan didesa Made.” Ujarnya.

Ditempat terpisah, Efendi, salah seorang warga penerima bantuan DAK bantuan rumah swadaya 2020, ia mengaku sangat senang atas bantuan bedah rumah dari pemerintah ini. “Bantuan rumah sudah cair, tapi tidak berupa uang. Saya bisa belanja bahan material bangunan, di toko bangunan yang sudah ditunjuk. Nilai belanja material sebesar Rp 15 juta. Untuk ongkos tukang hari ini baru cair tahap pertama sebesar Rp 1.250.000, nanti akan saya bayarkan untuk ongkos tukang, yang mengerjakan bangunan rumah saya.” Ucap Efendi. Kamis (16/7/2020).

Efendi, mengaku sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan bedah rumah melalui program DAK bantuan rumah swadaya. (Ris/Snt)

Check Also

Perkuat Jalan Desa, Pemdes Kepuhdoko Jombang Bangun TPT

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa (Pemdes) Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa timur, bangun Tembok Penahan Tanah (TPT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!