godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Mei 7 2021
Home / Hukrim / Diperiksa Sebagai Tersangka, Mantan Ketua KONI Jombang Belum Ditahan
H Tito Kadar Isman SPsi (Celana hitam) berjalan keluar dari kantor Kejari, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Rabu (30/12/2020) siang.

Diperiksa Sebagai Tersangka, Mantan Ketua KONI Jombang Belum Ditahan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Orang dekat keluarga Bupati Jombang, yaitu mantan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jombang , H Tito Kadar Isman. S.Psi, masih menghirup udara bebas. Usai diperiksa sebagai tersangka oleh tim Penyidik Kejari Jombang. Rabu (30/12/2020).

Kasus yang membelit mantan ketua KONI Jombang periode 2017-2020, ini adalah kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Jombang, tahun 2017 – 2019 yang merugikan keuangan negara hingga kisaran Rp 270 juta. Tito diumumkan sebagai tersangka oleh Kejari Jombang, pada 7 Desember 2020 lalu, dan meski hari ini ia diperiksa sebagai tersangka, tapi Kejari tetap tidak melakukan penahanan.

Pantauan dilapangan Tito datang kekantor Kejari Jombang Jalan KH Wahid Hasyim, dengan didampingi pengacaranya, sekitar pukul 09.00 WIB dan baru keluar dari kantor Kejari Jombang sekitar pukul 13.00 WIB. Dan langsung meninggalkan kantor Kejari Jombang, tanpa memberikan penyataan apa-apa kepada para wartawan yang sudah menunggu di Depan Kantor Kejari Jombang. Apalagi khabar yang beredar dikalangan wartawan hari ini mantan ketua KONI akan ditahan Kejari.

Surat panggilan H Tito Kadar Isman SPsi, berkode sebagai tersangka berkode P-9.

Kasi Pidsus Kejari Jombang, Muh Salahuddin, mengatakan pemanggilan hari ini terhadap Tito, statusnya sebagai tersangka. “Dalam pemeriksaan tadi ada sekitar 50 pertanyaan yang kita tanyakan kepada Tito, yaitu masih berkaitan tentang pengelolaan dana hibah KONI mulai dari tahap pengajuan, hingga pertanggung jawaban pengelolaan dana hibah KONI.” Kata Salahuddin, dikantor Kejari Jombang. Rabu (30/12/2020).

Salahuddin, menegaskan bahwa pihaknya mengantongi bukti yang cukup, dalam menetapkan Tito, sebagai tersangka. “Tersangka belum kami tahan, karena tersangka koopratif. Dan kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Masih ada 5 saksi lagi dari pihak KONI Jombang, yang belum bisa menghadiri panggilan Kejari Jombang. Dan kita agendakan Minggu depan 5 orang tersebut akan kita panggil untuk diperiksa.” Ujarnya.

Untuk, masalah ada kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini, kita masih menunggu hasil pemeriksaan 5 orang saksi, dari pihak KONI Jombang. “Nanti kita tunggu saja hasil pemeriksaan selanjutnya, akan kita lakukan pendalaman, nanti kalau ada bukti baru tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah. Jadi tunggu perkembangan selanjutnya, hasilnya akan kami beritahukan lagi.” Kata Salahuddin.

Kasus ini berawal pada tahun 2017 lalu dimana KONI Jombang, saat dipimpin Tito Kadar Isman, dalam kurun waktu 2017-2019, KONI menerima dana hibah dari APBD Jombang sebesar Rp 7,5 miliar. Yakni masing-masing Rp 2 miliar tahun 2017 dan 2018, serta Rp 3,5 miliar tahun 2019. Pengelolaan dana tersebut diduga ada penyimpangan.

Dalam kasus KONI ini ada dua pos penggunaan anggaran yang cukup besar. Pertama untuk kesekretariatan dan cabang olahraga Futsal. Kedua pos ini masing-masing terdapat laporan penggunaan anggaran.

Anggaran kesekretariatan mencapai Rp 700 juta per tahun. Untuk cabang olahraga, anggaran dibagi per cabang berdasarkan kebutuhan. Tapi dalam pelaksanaan, ada droping anggaran langsung ke cabor. Berdasarkan laporan anggaran kegiatan ini, Kejari Jombang menemukan adanya, dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara. Kasus ini naik ke tingkat penyidikan sejak Senin 21 September 2020 lalu.

Kemudian pada Selasa 8 Desember 2020, Kejari mengumumkan Ketua KONI Jombang,  H Tito Kadar Isman, sebagai tersangka dalam kasus ini. Dan dari hasil penyidikan sementara kasus dana hibah itu, Kejari menemukan kerugian  uang Negara senilai Rp 270 juta.

Pada hari ini Rabu (30/12/2020) Kejari memanggil Tito, untuk diperiksa sebagai tersangka. Usai dilakukan pemeriksaan Tito yang merupakan orang dekat keluarga Bupati Jombang ini, masih belum ditahan oleh Kejari Jombang.

Sejak tahap penyelidikan hingga penyidikan, sampai saat ini hampir 1 tahun Kejari Jombang menangani kasus tersebut, namun belum ada satupun orang yang ditahan. (Rin/Ris/Snt)

Check Also

Berkedok Buat Konten Youtube, Tukang Servis AC Kediri Cabuli Cewek Tetangga Desa

KEDIRI, NusantaraPosOnline.Com-Seorang pemuda Maulana Iskak (29) asal Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri,  Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!