godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Juni 20 2021
Home / Investigasi / Masyaallah, Proyek MAN 4 Denanyar Jombang Tak Transparan Ada Apa ?
Penampakan proyek Pembangunan Gedung Pusat Layanan Keagamaan Terpadu MAN 4 Jl. KH. Bisri Syansuri, Denanyar Selatan, Desa Denanyar, Kec/Kab Jombang. Selasa (29/12/2020)

Masyaallah, Proyek MAN 4 Denanyar Jombang Tak Transparan Ada Apa ?

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Pembangunan Gedung Pusat Layanan Keagamaan Terpadu MAN 4 Jombang, yang berada Jl. KH. Bisri Syansuri, Denanyar Selatan, Denanyar, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, yang dibiayai dari APBN 2020. Disorot oleh Lsm Aliansi rakyat anti korupsi, pasalnya pelaksanaan proyek senilai Rp 5,5 milyar ini hingga akhir tahun ini belum selesai dikerjakan.

Tak hanya itu, dilokasi pekerjaan tidak dipasang papan nama proyek.

Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) mengatakan, proyek gedung tiga lantai tersebut hingga Selasa tanggal 29 Desember 2020 belum sepenuhnya selesai. Misalnya pada kamar mandi lantai 1, 2 dan 3 belum sepenuhnya selesai, bangunan septictank juga masih belum selesai, listrik digedung 3 lantai tersebut belum menyala atau belum tersambung dari PLN. Yang lebih parah lagi dilokasi proyek tidak ada papan nama proyek.

“Kami curiga proyek sudah habis batas waktu pengerjaan, lalu Pejabat komitmen (PPK) Kemenag Jombang, PT Cipta Prima Selaras (PT CPS) selaku pelaksana, dan PT Concept design architect (PT CDA) konsultan pengawas, bersekongkol untuk tidak memasang papan nama proyek, untuk menghindari kontrol langsung dari masyarakat, dan wartawan, untuk menutupi kebobrokan proyek.” Kata Safri.

Ada kemungkinan PPK, Kontraktor, dan pengawas, akan merekayasa atau mendesain laporan laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan menjadi 100% selesai sesuai kontrak, walaupun kenyataan lapangan tidak selesai sesuai kontrak, dan kondisi ini biasanya kepada kontraktor tidak dijatuhi denda keterlambatan dan pembayaran 100% langsung masuk ke rekening mereka. “Oleh karena itu mereka sengaja tidak memasang papan nama proyek, agar pablik kesulitan mengetahui berapa hari masa pengerjaan. Jadi layak dicurigai proyek ini serat penyimpangan. Bagaimana masyarakat bisa percaya, bahwa proyek itu tidak ada penyimpangan. Dilihat dari hal yang kecil papan nama proyek saja tidak dipasang.”  Ujar Safri.

Safri sangat menyayangkan, pelaksanaan proyek tersebut dilaksanakan tidak transparan, karena tak dipasang papan nama, padahal memasang papan nama proyek itu wajib. Karena bangunan tersebut dibangun dari uang hasil keringat rakyat yang diperas melalui Pajak dll. “Rakyat punya hak mengetahui digunakan untuk apa uang pajak yang mereka bayar. Jadi kami sangat menyayangkan sikap Kemenag Jombang, dan rekanannya yang sengaja tidak memasang papan nama proyek. Dan layak kita curigai ada niat yang tidak baik dari mereka.” Ujar Safri.

Safri menambahkan, kondisi ini diperburuk, semua karyawan PT CPS yang ditemui dilapangan semua tertutup dengan berpura-pura tidak tahu. Sementara Konsultan pengawas dari PT CDA, tak sering tidak ada dilapangan saat pekerjaan dilaksanakan.

“Jadi seolah-olah uang untuk membangun proyek tersebut adalah uang rezeki warisan dari nenek moyang Kemenag Jombang dan rekanannya, sehingga mengabaikan hak-hak pablik, untuk mengetahui pelaksanaan proyek tersebut. Jadi mereka tak merasa malu melaksanakan proyek sesuka perut mereka saja.” Ujar Safri.

Dari pantauan NusantaraPosOnline.Com, dilapangan pada Selasa (29/12/2020) pembangunan Gedung Pusat Layanan Keagamaan Terpadu MAN 4 Jombang, memang masib belum rapung 100 persen, masih terlihar puluhan para pekerja proyek, sedang bekerja, untuk menyelesaikan proyek itu.

Bahkan ada beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi, misalnya pada pemasangan Railing atau pagar tangga menuju kelantai satu dan lantai dua, diduga mengunakan bahan besi jenis Stainless Steel yang tidak sesuai spesifikasi, besi yang dipasang berupa besi jenis  Stainless yang ukuran tipis. Hal ini bisa membahayakan karena Railing atau pagar tangga gampang ambrol, bengkok atau patah.

Pimpinan proyek PT CPS beberapa kali hendak dikonfirmasi, tidak ada dilokasi proyek.

Konsultan pengawas PT CPS beberapa kali hendak dikonfirmasi, tidak ada dilokasi proyek.

Untuk diketahui proyek pembangunan gedung pusat layanan keagamaan terpadu MAN 4 Jombang, ditender (dilelang) melalui Kantor Kemenag Jombang. Dibiayai dari APBN 2020 sebesar Rp 5.449.044.097.

Dengan perincian untuk pelaksanaan fisik pemenang tender (Lelang) PT Cipta prima selaras, alamat  Perum Citra Laras Cakalang Blok B No.02 Polowijen Kota Malang – Malang (Kota) – Jawa Timur nilai kontrak Rp 5.253.240.577.

Dan untuk konsultan pengawas, tender dimenangkan PT Concept design architect, beralamat Jl. Merpati No. 18 Genteng – Banyuwangi (Kab.) – Jawa Timur, nilai kontrak Rp 195.803.520. (Why)

Check Also

Terindikasi Korupsi Pengurus BUMDes Desa Jatigedong, Jombang Dipolisikan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pengurus BUMDes (Badan usaha milik desa) Aneka Usaha, desa Jatigedong, kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!