godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Hukrim / Direktur PT Dita Putri Waranawa Buronan Kasus Pasar Manggisan Jember Tertangkap Di Jakarta
Direktur PT Dita Putri Waranawa, Agu salim, tiba dikantor Kejari Jember. Rabu malam, 24 Maret 2021, dan langsung menjalani pemeriksaan.

Direktur PT Dita Putri Waranawa Buronan Kasus Pasar Manggisan Jember Tertangkap Di Jakarta

JEMBER, NusantaraPosOnline.Com-Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejagung dan Kejari Jakarta Pusat menangkap Direktur PT Dita Putri Waranawa (PT DPW) Agu salim (56). Agus merupakan boronan kasus korupsi proyek rehabilitasi pasar Manggisan, Jember, Jawa Timur.

“Agus Salim ditangkap di salah satu hotel di Senen Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/32021) malam pukul 20.40 WIB. Agus Salim sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan konstruksi pasar Manggisan dalam rangka pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sedang / berat bangunan pasar tahun anggaran 2018 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.” Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Pusat, Hernando. Rabu (24/3/2021).

“Selanjutnya tersangka Agus Salim dibawa ke Rutan Cabang Salemba Kejari Jakarta Selatan untuk diproses lebih lanjut oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Jember,” Kata Hernando.

Ditempat terpisah Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Jember Agus Budiarto, saat dikonfirmasi mengtakan, tersangka Agu Salim, tiba bersama tim Kejari Jember pada Rabu malam (24/3/2021), dan langsung menjalani pemeriksaan, di Kantor Kejari Jember.

“Tersangka ditahan di Lapas Kelas IIA untuk dua puluh hari ke depan,” Kata Budiarto, didamping Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono. Di kantor Kejari Jember. Rabu (24/3/2021).

Sebelumnya, Kejari Jember juga menahan kuasa direktur PT DPW, Hadi Sakti. PT DPW merupakan pemenang tender proyek rehabilitasi pasar dengan pagu anggaran Rp 7,9 miliar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono mengungkapkan, proses hukum terhadap Hadi Sakti merupakan tindak lanjut keputusan pengadilan Tipikor Surabaya, yang sebelumnya menyidangkan kasus tersebut. Dalam fakta persidangan, Hadi Sakti selaku kuasa Direktur PT DPW diduga turut serta dalam korupsi rehab pasar yang merugikan negara sekitar Rp 1,3 miliar.

“Berdasarkan hasil putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya tanggal 15 September 2020 Nomor 31/pidsus/tpk/2020, kami melakukan pengembangan dengan menetapkan Hadi Sakti sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan,” kata Setyo.

Dalam kasus korupsi rehabilitasi pasar Manggisan ini, 4 orang sudah menjalani sidang dan divonis majelis hakim pengadilan Tipikor. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anas Makruf, Pelaksana Proyek Edi Sandi, serta Perencana dan Pengawas Proyek Faris Nurhidayat dan Irawan Sugeng Widodo.

“Anas Makruf diputus 4 tahun (penjara) dan Edi Sandi 6 tahun. Untuk Faris divonis 5 tahun dan mengajukan banding. Hasilnya, dia dijatuhi vonis 4 tahun penjara,” Ujar Setyo.

Sedangkan Irawan Sugeng Widodo divonis bebas oleh majelis hakim. Namun Kejari Jember melakukan banding dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Semoga dalam kasasi kami ini hakim menjatuhkan vonis bahwa terdakwa Irawan Sugeng Widono memang terbukti (bersalah),” pungkas Setyo. (bd)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!