JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang bekas pengusaha rental mobil bernama Abdullah Affandi, warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, dan rekanya bernama Sudiono warga Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan /Kabupaten Jombang, terancam di laporkan kepolisi.
Pasalnya keduanya diduga bekerjasama melakukan penipuan, dengan modus meminjam uang yang menyebabkan korbannya mengalami kerugian Rp 400 juta.
Menurut korban Rofiah (53) Warga Desa Banjardowo RT 001 RW 002 Kecamatan/Kabupaten Jombang, mengaku sudah capek menagih Abdullah Affandi dan Sudiono.
“Jika uang saya sebesar Rp 400 juta tidak segera dikembalikan oleh Sudiono dan Abdullah Affandi saya bakal melaporkan mereka berdua ke Polisi. Karena mereka berdua diduga telah bersekongkol menipu saya, dengan cara meminjam uang sebesar Rp 400 juta kepada saya (Rofiah).” Kata Rofiah. Minggu (6/3/2022).

Rofiah, membeberkan peristiwa yang dialaminya, berawal tahun 2015 lalu. Waktu itu datang kerumah saya meminjam uang sebesar Rp 400 juta kepada saya, pinjaman tersebut secara bertahap.
“Pada Juni 2019, Sudiono membayar pinjaman tersebut sebesar Rp 400 juta kepada saya. Kemudian selang beberapa hari Sudiono menghubungi saya melalui telpon, intinya Sudiono minta saya meminjamkan uang sebesar Rp 350 juta kepada orang bernama Abdullah Affandi, yang tidak saya kenal. Abdullah Affandi ini tidak lain adalah teman dari Sudiono. Saya seperti digendam oleh mereka berdua.” Ujar Rofiah.
Rofiah menyebutkan, dalam menjalankan aksinya Abdullah Affandi memberikan iming-iming uang Rp 400 juta akan digunakan buat modal usaha, dan dari hasil usaha akan diberikan keuntungan.
“Karena tergiur dengan janji-janji mereka, pada 1 Agustus 2019 saya meminjamkan uang kepada Abdullah Affandi sebesar Rp 350 juta. Dengan perjanjian uang akan dikembalikan selama 18 bulan dan saya tidak boleh menarik (menagih) kalau belum 18 bulan. Uang Rp 350 juta dari saya diterima langsung oleh Abdullah Affandi, dan disaksikan oleh Sudiono. Ini ada surat perjanjianya, Sudiono juga ikut tanda tangan menyaksikan penyerahan uang.” Ujarnya.

Selanjutnya, pada Oktober 2019, Abdullah Affandi kembali menghubungi saya, intinya ia kembali meminjam uang Rp 50 juta, dengan alasan untuk putaran usaha agar berjalan lancar, agar bisa memberi keuntungan lebih banyak lagi.
“Selanjutnya saya tergiur lagi dengan janji Abdullah Affandi, dan pada 29 Oktober 2019 saya menyerahkan uang (memberikan hutang) Rp 50 juta, kepada Abdullah Affandi, uang Rp 50 juta itu diterima langsung oleh dia (Abdullah Affandi). Untuk pinjaman Rp 50 juta, ini ia berjanji akan memberi keuntungan hasil usaha, dan pinjaman akan dikembalikan dalam waktu 3 bulan.” Kata Rofiah.
Rofiah mengaku, untuk mengelabuhi saya, Abdullah Affandi awalnya pernah memberi saya sedikit keuntungan, namun setelah itu Abdullah Affandi berbagai alasan mengaku usahanya rugi dan lain-lain. Bahkan uang saya sebesar Rp 400 juta sampai hari ini tidak ada kejelasan.
“Sudah berbagai macam upaya saya lakukan, untuk menagih Abdullah Affandi dan Sudiono, namun keduanya hanya omong kosong, dan memberi janji-janji kosong kesaya. Yang lucunya lagi, pernah saat menagih Abdullah Affandi dan Sudiono, mereka sering berpura pura gegeran. Tadinya saya minta uang saya Rp 400 juta dibayar, malah saya nyaksikan Abdullah Affandi dan Sudiono pura-pura gegeran. Jadi Saya sekarang sudah Capek, dengan kelakukan mereka berdua, dan jika mereka berdua tidak segera mengembalikan uang saya sebesar Rp 400 juta, saya terpaksa melaporkan Abdullah Affandi dan Sudiono kepolisi, dan akan menuntut mereka secara perdata.” Tegas Rofiah.

Rofiah menambahkan, Abdullah Affandi dan Sudiono diduga bekerja sama untuk mengelabuhi saya, yang menyebabkan saya rugi Rp 400 juta.
“Saya sekarang merasa tertipu oleh mereka. Abdullah Affandi ini tak hanya menipu saya, adik saya yang ada di Kertosono Kab Nganjuk juga di Kelabuhi. Ia mengadaikan mobil Avanza sebesar Rp 100 juta ke pada adik saya di Kertosono, padahal surat mobil tersebut tidak jelas. Sekarang urusan gadai mobil ini juga sedang bermasalah dengan adik saya.” Imbuh Rofiah.
Terkait hal ini, Abdullah Affandi didampingi istrinya, ia mengakui telah meminjam uang sebesar Rp 400 juta kepada, Rofiah.
“Waktu pinjam pertama Rp 350 juta, itu dipakai berdua dengan Sudiono. Sudiono pakai uang itu Rp 125 juta. Dan pinjaman kedua Rp 50 juta saya pakai sendiri. Dan dalam waktu dekat akan saya kembalikan, saya mau dapat pinjaman dari Bank.” Kata Abdullah Affandi.
Saat ditanya, akan dibayar kapan ? Namun Abdullah Affandi, tidak bisa menyebutkan kapan ia akan bertanggung jawab mengembalikan uang kepada Rofiah. Boro-boro memberi kepastian, Abdullah Affandi justru membanggakan memiliki saudara yang kaya-kaya.
“Saya sebetulnya tidak butuh duit pinjaman, tapi Pak Sudiono yang nawar-nawarkan kesaya. Jadi uang pinjaman Rp 350 juta, satu minggu baru saya ambil dari Rofiah, dan Sudiono ikut pakai uang itu Rp 125 juta.” Ucap Abdullah Affandi.

Sementara Sudiono, saat dimintai konfirmasi ia mengatakan, memang benar Abdullah Affandi meminjam uang kepada orang bernama Rofiah, sebesar Rp 400 juta. Penyerahan uang tersebut sebanyak dua kali.
“Penyerahan uang pinjaman dari Rofiah kepada Abdullah Affandi pertama sebesar Rp 350 juta, saya ikut menyaksikan penyerahan uang tersebut. Dan yang kedua Rp 50 juta, namun penyerahan uang yang kedua Rp 50 juta, saya tidak melihat langsung, saya mengetahui dari Rofiah. Terkait pengakuan Abdullah Affandi, bahwa saya ikut menggunakan uang itu Rp 125 juta, itu tidak benar.” Kata Sudiono. Senin (7/3/2022)
Sudiono menyebutkan, jadi posisi saya cuman perantara antara Abdullah Affandi dengan Rofiah, masalah kesepakatan hutang antara Abdullah Affandi dan Rofiah saya tidak ikut apa-apa, dan tidak ikut mengunakan uangnya.
Sudiono juga menambahkan, Abdullah Affandi ini selain mempunyai hutang ke Rofiah, ia juga mempunyai hutang kesaya (Sudiono).
“Abdullah Affandi juga punya hutang kesaya, waktu itu sempat tidak diakui oleh Abdullah Affandi. Bahkan saya pernah mengugat perdata Abdullah Affandi di Pengadilan negeri Jombang, dan hasilnya Abdullah Affandi kalah harus bayar hutang kesaya.” Imbuh Ujar Sudiono. (Rin/Why)










