Disperkim Jombang Serahkan Upah Tukang Kepada 24 Penerima`Bantuan Perbaikan RTLH

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Jombang Setiawan Afandi (berkaca mata) bersama Kades Seketi Aries firmansyah, menyerahkan Upah Tukang kepada penerima bantuan sosial program RTLH tahun 2021. Selasa (7/12/2021)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jombang, menyerahkan Upah Tukang kepada 24 warga penerima bantuan sosial program peningkatan kualitas Rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2021, di kecamatan Bareng, dan Kecamatan Mojoagung.

Penyerahan upah kerja tersebut dilaksanakan di dua tempat. Yakni bertempat di pendopo Kecamatan Bareng dan di pendopo Desa Seketi kecamatan Mojoagung. Selasa (7/12/2021).

Dalam pembayaran upah pekerja peningkatan RTLH maupun bantuan korban bencana , dilaksanakan bersama-sama dengan pihak Kecamatan, pihak Desa penerima, warga penerima Bantuan, dan Bank Jatim dan Dinas Perkim Jombang.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang Ir. Heru Widjajanto MSi mengatakan Pembayaran upah dari Rekening Bank Jatim langsung diserah terimakan kepada penerima bantuan untuk dibayarkan kepada pekerja yang melaksanakan rehab / perbaikan peningkatan kualitas RTLH dan korban bencana alam.

Suasana menyerahkan upah tukang kepada penerima bantuan sosial program RTLH tahun 2021 di Desa Seketi. Selasa (7/12/2021)

“Besaran nilai upah yang diberikan bervariasi, disesuaikan dengan pekerjaan yang dilaksanakan, dan maksimal 15 persen dari nilai bantuan. Untuk penerima bantuan akibat bencana yang ada di wilayah Kecamatan Bareng masing-masing penerima bantuan nilainya bervariasi, sesuai dengan tingkat kerusakan.” Terang Heru.

Heru menjelaskan, pembayaran upah pekerja untuk peningkatan kualitas RTLH di desa Seketi, Kecamatan Mojoagung, sebanyak 5 penerima bantuan / unit rumah, masing-masing sebesar Rp 2,5 juta per-rumah. Sehingga upah yang dibayarkan sebesar Rp 12,5 juta.

Sedangkan upah kerja yang diberikan pada penanganan RTLH korban bencana alam, yang ada di Kecamatan Bareng, bervariasi  antara Rp 750.000 – Rp 2,5 juta. Tergantung kerusakan rumah akibat bencana alam.

“Total pembayaran upah kerja dikecamatan Bareng sebesar Rp 28,250 juta. Dibagi untuk 3 desa, dengan perincian, yakni : Desa Bareng Rp. 18,250 juta untuk 11 unit rumah, besaran upah kerja Rp 750 ribu – Rp 2,5 juta; Desa Ngampungan Rp. 5 juta,  untuk 4 unit rumah upah kerja Rp 500 ribu – Rp. 1,5 juta; dan Desa Ngrimbi sebesar Rp 5 juta untuk 4 rumah, besaran upah Rp 1 juta – Rp 2 juta.” Terang Heru.

Heru menambahkan, mudah-mudahan dengan program Bupati Jombang dalam hal ini peningkatan RTLH maupun penanganan rumah terdampak bencana (Banjir dan longsor) yang bersumber dari PAPBD Jombang tahun 2021 ini, bisa membantu meringankan beban warga dan bisa meningkatkan kualitas rumah yang lebih baik. Tutur Heru.

Suasana menyerahkan upah tukang kepada penerima bantuan sosial program RTLH tahun 2021 di Desa Seketi. Selasa (7/12/2021)

Kepala Bidang Perumahan Setiawan Afandi, ST, MT, mengatakan tahun ini Dinas Perkim telah menganggarkan Rp 312,5 juta yang bersumber dari PAPBD Jombang 2021, untuk kegiatan peningkatan RTLH dan terdampak bencana alam,  yang berlokasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bareng dan Mojoagung.

“Untuk Kecamatan Bareng mendapat alokasi anggaran Rp 212,530 juta, untuk penanganan RTLH terdampak bencana alam, jumlah penerima bantuan 19 rumah, yakni : Desa Bareng sebanyak 11 unit rumah,  Desa Ngampungan sebanyak 4 unit rumah, dan Desa Ngrimbi sebanyak 4 unit rumah. Besarnya bantuan untuk Kecamatan Bareng bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kerusakan rumah.” Terang Setiawan.

Sedangkan untuk kecamatan Mojoagung, mendapat alokasi anggaran Rp 100 juta, untuk kegiatan peningkatan kualitas RTLH, jumlah penerima bantuan 5 rumah berlokasi di Desa Seketi. Masing-masing mendapat bantuan Rp 20 juta.

“Jadi total keseluruhan berjumlah 24 rumah. Dan Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan ini dilapangan berjalan lancar. Dana bantuan sudah kita salurkan dan telah dipergunakan belanja material, sudah lunas. Hari ini diserahkan upah pekerjanya,” Ujar Setiawan. (Ris/Snt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!