JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, mengelar sosialisasi pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada masyarakat desa melalui pemerintah desa masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini difokuskan kepada penerapan TTG berupa pemanfaatan energi terbarukan, yaitu teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kegiatan ini dilaksanakan di pendopo kantor Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Jombang, pada Jumat (03/06/2022), dengan menghadirkan narasumber dari Assisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Purwanto, M.KP, Kepala DPMD Jombang Sholahudin Hadi Sucipto, Tenaga Ahli Pendamping Dana Desa bidang penerapan teknologi tepat guna P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Jombang, Dan dihadiri Camat Se-Kabupaten Jombang, Kapolsek dan Danramin setempat, serta Kepala Desa Se-Kecamatan Mojowarno sebagai peserta.
Kepala Desa Sidokerto, Abdul Halim saat menyampaikan laporan mengatakan, bahwa penerapan Teknologi tepat guna (TTG) Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ada di desanya, dengan cara memanfaatkan tenaga surya dengan memfokuskan dalam satu titik gardu induk “Renewable energy” yang dibantu dengan team inovator, cara mematikan lampu itu bisa melalui tombol dan bisa melalui sinyal internet. Dan bisa dinyalakan juga dengan menggunakan timer yang telah diprogram oleh para inovator.

“Teknologi TTG listrik tenaga surya di desa Sidokerto, Pembangkit listriknya terpusat dari panel surya, efisien, mudah dioperasikan di monitor serta perawatan yang ringan. Selain itu ada penghematan biaya oprasional karena tidak membebani keuangan desa atau masyarakat.” Kata Abdul Halim.
Penerapan TTG listrik berbasis tenaga surya ini juga sangat menguntungkan dari sisi kenyamanan, karena lampu PJU tidak akan padam jika PLN padam. Sehingga PJU dapat dioperasikan setiap saat. Sambung Abdul Halim
Kepala DPMD Jombang Sholahudin Hadi Sucipto menuturkan, tujuan diadakan sosialisasi ini guna memberikan pengetahuan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat tentang Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang dibentuk berdasarkan Permendes nomer 23 tahun 2017. Posyantek sebagai lembaga pelayanan TTG antar desa yang berkedudukan di kecamatan yang memberikan pelayanan teknis, informasi dan orientasi berbagai jenis TTG.
“Dengan sosialisasi ini kami harapkan pemangku kepentingan dapat mengenal dan menerapkan TTG dalam mengelola sumber daya alam di desanya masing-masing. Sehingga pemanfaatan dan nilai keekonomian sumber daya alam di desa masing-masing dapat dimaksimalkan manfaat dan nilainya ujarnya.” Kata Sholahudin.

Munurut Sholahudin, sosialisasi kali ini mengsosialisasikan penerapan TTG tentang pemanfaatan energi terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Saat ini di kabupaten Jombang, yang sudah menerapkan TTG pembangkit listrik tenaga surya terdapat 1 desa yakni, di Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.
“Pemanfaatan energi terbarukan saat ini gencar dilakukan seiring bertambahnya kebutuhan energi listrik di Indonesia. Salah satu sumber potensial yang dapat dimanfaatkan adalah tenaga surya atau matahari. Kondisi Indonesia, termasuk Kabupaten Jombang yang beriklim tropis sangat cocok untuk menerapkan TTG listrik tenaga surya.” Ungkapnya.
Sholahudin berharap kedepanya, penerapan TTG penerangan listrik tenaga surya, dapat dilakukan di desa-desa lainya di Jombang, sebagai alternatif memenuhi kebutuhan listrik dimasyarakat, misalnya untuk Lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan lain-lain.
“TTG listrik tenaga surya juga bisa meminimalisirkan ketergantungan sumber energi listrik dari PLN atau konvensional, suatu sumber energi mandiri yang bisa manfaatkan langsung oleh desa atau masyarakat.” Imbuhnya.

Sementara itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkab Jombang Purwanto yang mewakili Bupati Jombang mengatakan dengan adanya TTG Listrik tenaga Surya di Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno ini, merupakan suatu inovasi yang membanggakan bagi warga Jombang, saat ini Pemerintah Kabupaten Jombang dan pemerintah desa terus giat membuat inovasi di berbagai bidang dengan pemanfaatan teknologi tepat guna dengan peralatan yang seadanya dan harganya terjangkau.
“Contoh untuk beli baterainya tenaga surya senilai Rp 8 juta per unit, tapi karena dapat dijangkau oleh Pemerintah desa itu bisa terpenuhi maka itu menjadi bagian dari pada TTG guna manakala dirangkai menjadi sebuah satu kesatuan peralatan dengan sederhana, mudah digunakan, murah dan memberikan manfaat yang luar biasa. Itu salah satu contoh dari penerapan TTG.” Tutur Purwanto.
Purwanto juga mengaku tertarik dengan Teknologi PLTS berbasis tenaga Surya, ia juga berharap kedepanya desa-desa se Kabupaten Jombang ini juga menerapkan teknologi yang sama.
“Harapan ibu Bupati, harapan Pemerintah Kabupaten Jombang adalah melahirkan atau memunculkan kearifan lokal produk unggulan pertanian peternakan, atau mungkin keterampilan dan produk UMKM. Akan tetapi harapan kami adalah juga bisa memunculkan praktek yang ada di desa dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa,” Ujarnya.
Munurutnya, bisa jadi, antar desa satu dengan yang lainnya tidak sama, akan tetapi ini merupakan ciri dan kearifan lokal. Dan kekayaan lokal yang harus digali oleh desa. Pungkas Purwanto. (Ris/Snt)










