ICW : Jangan Hancurka DPR Hanya Untuk Bela Setya Novanto

JAKARTA (NusantaraPosOnline.Com) – Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch ( ICW), Tama Satrya Langkun, menyebutkan bahwa tak semestinya DPR RI mengorbankan lembaga demi membela anggota yang terjerat kasus korupsi.

Apalagi hanya karena ingin membela Ketua DPR Setya Novanto yang terbelit kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

“Jangan sampai lembaga DPR dikorbankan hanya untuk membela seseorang yang sedang mengalami proses hukum,” kata Tama melalui Kamis (14/9/2017).

Seharusnya DPR menjaga wibawa dan kredibilitasnya sebagai lembaga wakil rakyat. Sebab semua anggota DPR harusnya berkewibawaan menjaga kredibilitasnya lembaga, apalagi selama ini citra DPR sudah terpuruk di mata publik.

“Jadi lembaga DPR RI seharusnya tak perlu sampai ikut campur tangan dalam proses hukum terhadap pimpinannya. Tidak perlu. Kita minta DPR menghargai proses hukum. Masyarakat sudah mengerti bahwa sedang ada proses hukum yang bergulir di KPK terkait dengan kasus e-KTP,” Ujar Tama.

Sebelumnya, Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal DPR RI menyampaikan surat dinas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (22/9/2017) terkait kasus Setya Novanto. Yang beisi permintaan agar KPK menunda proses penyidikan terhadap Novanto. Dalam surat itu juga, pimpinan DPR menilai praperadilan adalah hal yang lumrah dalam proses penegakan hukum.

Pimpinan DPR meminta KPK mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum praperadilan yang sedang berlangsung.

Surat itu ditandatangani Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Namun, yang aneh lagi Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengaku tak mengetahui surat tersebut.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan pun merasa keberatan jika surat itu diatasnamakan pimpinan. Ia pun telah meminta penjelasan langsung kepada Fadli.

“Kalau (disebut) atas nama pimpinan DPR, saya keberatan, karena tidak dalam konteks harus dibahas di rapat pimpinan (menjadi keputusan pimpinan). Tapi, ternyata sifatnya hanya meneruskan, Pak Fadli kan sebagai pimpinan Korpolkam,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!