godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Februari 26 2021
Home / Hukrim / Kasus KM Dinda Jaya 1, Desa Gersik Putih Masuk Tahap Penyelidikan
Kapal motor (KM) Dinda Jaya I, milik aset BUMDes Desa Gersik Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat angkut penumpang.

Kasus KM Dinda Jaya 1, Desa Gersik Putih Masuk Tahap Penyelidikan

SUMENEP, NusantaraPosOnline.Com-Kasus dugaan penyimpangan dana hasil pengelolaan kapal tongkang KM (Kapal Motor) Dinda Jaya I, milik aset BUMDes (Badan usaha milik desa) Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, masuk dalam tahap penyelidikan.

Hal itu dibuktikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan Polres Sumenep, dengan nomor B/ 95 /RES.3.2/11/2021/Satreskrim, prihal Perkembangan penanganan aduan masyarakat tentang dugaan TPK Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Gersik Putih.

Kata Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian Basuki, membenarkan, bahwa Polres Sumenep, telah mengeluarkan Sprindik atas dugaan kasus penyimpangan pengelolaan KM Dinda Jaya I.

KM Dinda Jaya I, milik aset BUMDes Desa Gersik Putih, saat angkut penumpang.

“Kasus ini masih proses lidik, pengumpulan barang bukti dan pemanggilan saksi. Saat ini, penyidik masih melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan tambahan. Diantaranya, meminta klarifikasi terhadap ahli ukur kapal KSOP Kalianget, Kades Gersik Putih, ABK KM Dinda Jaya I dan Ketua BUMDes Gersik Putih.” Kata Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian Basuki, Senin (22/2/2021).

Menurut dia, pihaknya masih butuh waktu untuk mengumpulkan bukti untuk mengetahui kerugian. “Kita butuh waktu, sampai cukup bukti, kita harus tau kerugiannya dulu,” Ucapnya.

Ditempat terpisah Ketua BUMDes Gersik Putih, Aris mengatakan, ia akan mengikuti proses hukum yang ada. “Saya ikut alur saja, jika ada pemanggilan dari penyidik saya bersedia hadir.” Kata Aris.

Kasus dugaan korupsi hasil pengelolaan kapal tongkang KM Dinda Jaya I milik BUMDes Desa Geresek Putih, yang menyeret Kades setempat, berdasarkan laporan warga pada tahun 2020 lalu.

Kasus ini berawal pada tahun 2018 silam. Saat itu, pembuatan kapal dimulai. Kemudian, kapal beroperasi dan dikelola oleh pihak desa. Kapal tersebut baru diserahkan ke BUMDes sekitar bulan Mei tahun 2020 lalu. Sejak diserahkan BUMDes yang mengelola sampai sekarang.

Sejak dikelolah Desa uang pendapatannya hasil pengelolaan kapal tongkang KM Dinda Jaya 1, itu tidak jelas kemana dikemanakan. Sistem pengelolaan Kapal juga dinilai amburadul oleh warga. Karena, tidak diberlakukan sistem tiket kepada para penumpang. Padahal perorang atau perkendaraan yang menumpang kapal itu ditarik ongkos Rp 5 ribu rupiah.

Jika dihitung pendapatan rata-rata per hari kisaran kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, maka dalam satu tahun omsetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Warga mencurigai pendapatan KM Dinda Jaya 1 sebelum tahun 2020 diduga diselewengkan. Oleh karena itulah masyarakat ada yang melaporkan kasus ini ke Mapolres Sumenep. (Ags)

Check Also

Kejari Jombang Tetapkan Pengurus KUD Sumber Rejeki Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, menetapkan satu orang pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!