godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , Januari 18 2021
Home / Hukrim / Kasus Pupuk Subsidi, Kejari Geledah Kantor Disperta Jombang
Tim penyidik Kejari Jombang, usai melakukan pengeledahan dikantor Disperta Jombang membawa beberapa berkas yang disita dari kantor tersebut. Senin Pagi (28/9/2020)

Kasus Pupuk Subsidi, Kejari Geledah Kantor Disperta Jombang

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com- Tim satuan khusus pemberantasan korupsi Kejari Jombang menggeledah kantor Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang,  Di Jl. Soekarno – Hatta No.170, Mojongapit indah, Mojongapit, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Senin Pagi (28/9/2020)

Penggeledahan ini untuk mencari bukti dokumen-dokumen terkait kasus tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Jombang tahun 2018 – 2020.

Pantauan dilapangan, selain mengeledah Kantor Disperta, Tim penyidik Kejari Juga mengeledah, balai penyuluhan pertanian, kantor Kecamatan Mojoagung, dan kantor distributor pupuk CV Kembar Joyo di Kecamatan Ngoro Jombang.

Tim penyidik Kejari Jombang, keluar dari dikantor Disperta Jombang usai melakukan pengeledahan. Senin Pagi (28/9/2020)

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto membenarkan adanya kegiatan penggeledahan. Ia mengatakan, ada empat lokasi yang digeledah oleh tim satuan khusus pemberantasan korupsi Kejari Jombang, Senin (28/9/2020). 

“Kita melakukan kegiatan pengeledahan di empat tempat. Yaitu penggeledahan di Dinas Pertanian Jombang, balai penyuluhan pertanian, kantor Kecamatan Mojoagung, dan juga sejumlah distributor (pupuk, red),” Kata  Sigit di kantor Kejari Jombang. Senin (28/9) petang.

Menurut Sigit, penggeledahan tersebut sebagai upaya penyidikan, atas dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Jombang tahun 2019. Upaya mengungkapkan dugaan korupsi pada penyaluran pupuk bersubsidi ini sesuai surat perintah penyidikan Kajari Jombang Nomor 01FD.1/M.5.1.25/09/2020 tertanggal 21 September 2020. 

Pada penggeledahan yang dilakukan hari ini, kata Kajari, tim penyidik berhasil menyita beberapa berkas-berkas dokumen berkaitan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi. Kejari Jombang menduga adanya manipulasi dokumen perencanaan pupuk bersubsidi di tahun 2019. 

Tim penyidik Kejari Jombang, usai melakukan pengeledahan dikantor Disperta Jombang membawa beberapa berkas yang disita dari kantor tersebut. Senin Pagi (28/9/2020)

“Langkah itu sebagai upaya kita untuk mencari dokumen terkait penanganan perkara yang sedang kita lakukan. Kita harapkan upaya ini bisa mempercepat proses penyidikan. Kita berhasil dapatkan beberapa dokumen dan laptop yang ditengarai dijadikan alat untuk melakukan tindak pidana itu,” Ujarnya. 

Pada proses perencanaan penyaluran pupuk bersubsidi, Kajari menemukan ada kejanggalan, yaitu, pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Jombang dialokasikan sebanyak 102.303 ton untuk 6.208 petani yang tersebar di 21 Kecamatan. Sedangkan Jumlah tersebut lebih sedikit dari RDKK yang diajukan oleh Disperta Jombang. 

Namun pada kenyataannya dilapangan, saat pupuk disalurkan ke para petani, masih ada sisa pupuk. “Berdasarkan data awal, jadi ada dugaan pemalsuan pada saat pembuatan RDKK. Kita temukan itu, dan kita tetapkan surat perintah penyidikan,” kata Sigit. 

Dari hasil penyidikan Kejari Jombang tersebut, Kejari belum menetapkan tersangka. Menurut Sigit, penyidik masih mendalami alat bukti yang sudah didapatkan. Begitu juga sejumlah saksi masih terus diperiksa untuk mengungkap pelaku tindak pidana korupsi di lingkaran pupuk bersubsidi dilingkungan Kabupaten Jombang. “Kita terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi, sampai kita nanti akan ekspos siapa yang akan kita jadikan tersangka,”  Terang Sigit. (Rin/Why)

Check Also

Polisi Gerebek 4 Gudang BBM Ilegal Di Jambi

JAMBI, NusantaraPosOnline.Com-Tim gabungan Polresta Jambi dan Tim Macan Reskrim Polsek Kota Baru melaku penggerebekkan lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!