godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Pemerintah / Kecewa Dapat Bansos Rp 200 Ribu, Seorang Warga Jombang Demo Kantor Desa
M Zainuri, warga Dusun Sugihwaras, RT 5 RW 4, Desa Bandung. Menggelar demo tunggal di depan kantor Desa setempat. Senin (6/7/2020)

Kecewa Dapat Bansos Rp 200 Ribu, Seorang Warga Jombang Demo Kantor Desa

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kecewa karena hanya mendapatkan bantuan sosial senilai Rp 200.000 per bulan. M Zainuri (50), warga Dusun Sugihwaras, RT 5 RW 4, Desa Bandung Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. menggelar demo tunggal di depan kantor Desa setempat. Senin (6/7/2020).

Zainuri mengawali aksi protesnya dengan melakukan Long march dari rumahnya menuju kantor Desa Bandung. Dengan membawa poster yang bertuliskan tuntutan yang ditempel di depan dan belakang bajunya.

Pada aksi tesebut Zainuri tidak melakukan orasi apapun di lokasi. Ia hanya berdiri di depan pintu gerbang pagar kantor Kepala Desa Bandung, sembari menunjukkan poster yang bertulisan nada protes. Salah satu tulisan yang tertera pada poster itu. yakni “Seharusnya saya dapat bantuan yang pertama kok malah dapat yang terakhir. Hebatkan? Joooss!! Yo iki nang Desoku”.

Ia nekat melakuakan demo tunggal karena kesal dengan kebijakan Pemdes Bandung. Yang ia anggap tidak adil dalam pembagian Bansos terhadap warga terdampak pandemi Covid-19. Khususnya kepada dirinya.

“Saya tidak menuntut berlebihan. Seharusnya sebelum menyalurkan Bansos harus ada sosialisasi, bilaperlu sosialisasi hingga ketingkat RT. Saya dari awal tidak pernah diminta KK atau KTP,” kata Zainuri kepada wartawan di lokasi, Senin (6/7/2020).

Zainuri yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijet, mengaku terdampak wabah virus Corona.  Karena sejak masa pandemi Covid-19 jasa pijat yang ia jajakan tidak laku. Dia terpaksa menggadaikan rumah yang dia tinggali bersama keluarga untuk bertahan hidup.

“Rumah sudah saya gadaikan, hutang juga sudah banyak, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.” Katadia.

Di tengah kesulitan ekonomi yang dialami, pemerintah tidak memasukkan namanya sebagai penerima bansos tunai dari Kementerian Sosial maupun dari Dana desa Bandung senilai Rp 600.000 per bulan. Malah pemerintah memasukkan Zainuri sebagai penerima bansos dari Pemprov Jatim yang nilainya cuman Rp 200.000 per bulan. Dan bantuan tersebut baru dia terima hari ini.

“Saya sangat kecewa karena saya diberi bansos dari Pemprov Jatim senilai Rp 200.000 per bulan. Bantuan tersebut baru saya terima hari ini. Meski Bansos Rp 200.000 tesebut nilainya sangat kecil tetap saya ambil untuk dibuat liwetan (masak nasi) anak-anak. Saya tetap berharap agar Pemerintah adil memasukan nama saya sebagai penerima Bansos Kemensos atau Bansos Dana desa.” tegasnya.

Terkait hal tesebut Kades Bandung Mukhtarom mengaku telah berusaha secamaksimal agar warganya yang terdampak pandemi COVID-19 mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kalau dari atas ada tambahan kuota lagi, kami tetap akan mengajukan agar yang bersangkutan menerima bansos tunai yang nilainya lebih besar.” Kata kades. (Ris/Snt)

Check Also

Polres Jombang – BTN, Tandatangani MoU 400 Unit Rumah Bersubsidi Untuk Anggota Polri

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kepolisian Resor Jombang (Polres Jombang) – Bank BTN (Persero) tbk dan pengembang PT Sinar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!