Hukrim  

Kejari Tanjung Perak Kembalikan Uang Rp 250 Juta, Barang Bukti Korupsi di BUMN PT Perinus

Kejari Tanjung Perak Kembalikan Uang Rp 250 Juta, Barang Bukti Korupsi di BUMN PT Perinus

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menerima uang pengganti yang dikorupsi oleh Sugiyanto, Direktur Utama PT Ikan Laut Indonesia (PT ILI) senilai Rp 250 juta. Di Kantor Kejari Tanjung Perak. Senin (23/10/2023)

Sugiyanto merupakan terpidana kasus korupsi kerjasama pembelian dan penjualan ikan Tenggiri Steak antara BUMN PT Perikanan Nusantara (Persero) atau PT Prinus cabang Surabaya dengan PT ILI tahun tahun 2018, yang merugikan keuangan Negara sekitar Rp 569.568.000 dengan modus Jual beli bahan bahan baku Ikan Tengiri Steak.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tanjung Perak, Jemmy Sandra yang didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ananto Trisudibyo mengatakan, bahwa pihaknya melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya telah memutus perkara Nomor : 65/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Sby, yang telah berkekuatan hukum tetap atau inckrah, dimana salah satu amarnya barang bukti uang sebesar Rp 250 juta dirampas untuk negara dan diperhitungkan uang pengganti dikembalikan kepada PT. Perikanan Indonesia (nama baru PT. Perinus).

BACA JUGA :

“Kami dari pihak Kejari Tanjung Perak telah mengembalikan barang bukti uang senilai Rp 250 juta yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah),” kata Jemmy, Senin (23/10/2023).

Dalam perkara ini dua terpidana sudah dijatahui vonis, yaitu Sugianto dihukum 2 tahun 6 bulan penjara, dan Ahmad Rifan dihukum 2 tahun penjara. Sedangkan Momon masih dalam proses persidangan.

“Akibat perbuatan Sugiyanto dan Ahmad Rifan, mengakibatkan kerugian keuangan negara PT. Perikanan Nusantara (Persero) sebesar Rp 567,5 juta,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Direktur PT. Perikanan Indonesia Sigit Muhartono menegaskan, aksi ketiganya dianggap merugikan pihaknya. Meski, dinilai tak berdampak pada bisnis milik negara itu maupun rekanannya.

“Sementara hanya uang yang dirugikan. Untuk dampak ke klien lainnya tidak ada, dan ini menjadi pembelajaran kita, kedepanya kita terapkan SOP lebih baik lagi bagi kita,” katanya.

Kasus ini terjadi pada 23 Januari 2018 lalu, pada tahun itu terjadi perjanjian kerjasama antara PT. Perikanan Nusantara (Persero) dengan Sugiyanto, selaku Direktur PT ILI. Perjanjian ini dalam hal penjualan ikan tenggiri beku yang diproses menjadi produk hasil olahan tenggiri steak.

Di tahun tersebut, Sugiyanto menerima pembayaran pertama dari PT Perikanan Nusantara (Persero) sebesar Rp 446.997.600 untuk 10.100 kilogram Ikan tenggiri steak. Selanjutnya pada 14 Februari 2018 dilakukan pembayaran kedua dari PT. Perikanan Nusantara kepada PT. ILI sebesar Rp191.570.400 untuk 3900 kilogram.

Dari jumlah total keseluruhan uang yang diterima oleh Sugiyanto, yakni sebesar Rp638.568.000,00 tidak dipergunakan untuk pembelian bahan baku ikan tenggiri steak. Sehingga kondisi ini membuat negara mengalami kerugian mencapai Rp569.568.000.***

Editor : Agus W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!