godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , September 22 2020
Home / Agama / Kemenag RI Tiadakan Ibadah Haji 2020 Akibat Pandemi Covid-19
Ilustrasi penyelengaraan Ibadah haji

Kemenag RI Tiadakan Ibadah Haji 2020 Akibat Pandemi Covid-19

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan meniadakan Ibadah Haji 2020 karena pandemi Covid-19 masih terjadi hampir semua negara khususnya Arab Saudi.

“Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1441 Hijriah atau 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi  dalam konferensi pers virtual, Selasa, 2 Juni 2020.

Fachrul menerangkan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan. Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020.

“Tim ini sudah membentuk kajian khusus tiga skema penyelenggaraan haji,” kata Fachrul. Selasa (2/6/20). Ketiga skema tersebut adalah haji normal, dibatasi, atau dibatalkan. Masuk Mei, opsi mengerucut pada pembatasan atau pembatalan.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga tidak kunjung membuka akses haji untuk negara manapun. “Sehingga pemerintah tak punya waktu menyiapkan. Sehingga pemerintah memutuskan meniadakan keberangkatan Ibadah Haji 2020 ini.” Pungkasnya.

Fachrul berujar keluangan waktu juga tidak pemerintah miliki andai memaksakan memberangkatkan jemaah haji meski dengan pengurangan kuota. Alasannya berdasarkan jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah harus berangkat pada 26 Juni 2020 nanti. Sedangkan pemerintah dan jemaah membutuhkan waktu tambahan untuk mengikuti protokol kesehatan.

“Dalam skenario ini (pengurangan kuota) maka rentang waktu haji akan lebih lama karena ada masa tambahan karantina 14 hari sebelum berangkat, setelah tiba (di Arab Saudi), dan setelah tiba kembali (di Indonesia),” Teranya.

Selain itu, penyelenggaraan haji di tengah wabah penyakit menular berbahaya. Kementerian Agama, kata Fachrul, telah melakukan kajian literatur terkait pelaksanaan haji di tengah wabah. “Faktanya mengakibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan dan puluhan ribu jemaah jadi korban,” ucap dia.

Sebelumnya, berdasarkan sejarah, pemerintah Arab Saudi pernah juga melarang pelaksanaan haji pada 1814 karena wabah penyakit thoun, 1837 dan 1858 karena epidemi, 1892 akibat wabah kolera, dan 1897 sebab wabah meningitis.

Sedangkan pemerintah Indonesia pernah tidak memberangkatkan jemaah haji pada 1946 hingga 1948 akibat agresi militer Belanda.

Sebelum memutuskan meniadakan pemberangkatan jemaah haji, Fachul mengaku telah terlebih dahulu melakukan pengkajian dan meminta pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berkonsultasi dengan Komisi Agama DPR RI. (bd)

Check Also

29 Calon Jamaah Haji Asal Palembang Gagal Berangkat Ketanah Suci

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 29 jamaah calon haji asal Sumatera Selatan batal berangkat untuk menunaikan rukun Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!