godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Nasional / Keponakan Jusuf Kalla, Jadi Tersangka Perkara Bank Bukopin, Belum Ditahan
Dit Tipideksus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Polisi Helmy Santika

Keponakan Jusuf Kalla, Jadi Tersangka Perkara Bank Bukopin, Belum Ditahan

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Bareskrim Polri belum melakukan penahanan terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Subhan Aksa.

Subhan Aksa, adalah keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Subhan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri, terkait kasus tindak pidana perbankan. Ada dugaan kasus ini terkait persoalan Bank Bukopin beberapa waktu lalu.

Dit Tipideksus pada Bareskrim Mabes Polri Brigjen Polisi Helmy Santika mengatakan alasan penyidik Bareskrim Polri belum melakukan upaya penahanan, karena pihaknya baru selesai melakukan gelar (ekspose) perkara tindak pidana perbankan itu pada hari ini Rabu 10 Maret 2021 lalu.

Helmy mengaku, tim penyidik Bareskrim Polri sudah mendapatkan alat bukti yang cukup dan fakta hukum terkait peristiwa tindak pidana itu, oleh karena itulah Subhan Aksa langsung ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus tindak pidana perbankan karena dianggap sengaja mengabaikan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 “Yang bersangkutan, belum ditahan, baru ditetapkan sebagai tersangka, atas perbuatannya yang diduga secara sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari OJK.” teranya. Rabu (10/3/2021).

Menurut dia, perkara tindak pidana itu terjadi pada bulan Mei 2018, di mana PT Bank Bukopin Tbk telah ditetapkan sebagai bank yang masuk pengawasan intensif OJK karena masalah likuiditas. Kemudian, kondisi tersebut memburuk memasuki bulan Januari-Juli 2020.

Untuk menyelamatkan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan, diantaranya memberi perintah tertulis kepada Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Subhan Aksa melalui surat OJK nomor: SR-28/D.03/2020 ter tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisi perintah pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (TA) dari PT BRI untuk menghadiri dan menggunakan hak suara di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RSPSLB) PT Bank Bukopin dengan batas waktu pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020. “Namun Dirut PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, ditemukan fakta hukum bahwa pada 23 Juli 2020, Subhan Aksa mundur sebagai Direktur Utama. Padahal surat dari OJK sudah terbit sebelum Subhan Aksa mundur dari perusahaan tersebut.

“Tanggal 24 Juli 2020, Subhan Aksa masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, namun tidak memberikan informasi soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo,” tuturnya.

Selanjutnya, menurut Helmy, Subhan Aksa pada tanggal 27 Juli 2020 juga mengirimkan foto Surat Kuasa melalui aplikasi whatsaap kepada Dirut Bank Bukopin dengan mencantumkan jabatannya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo.

Atas perbuatannya, tersangka Subhan Aksa dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar. (bd)

Check Also

Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pegawai Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berinisial IGAS yang bertugas pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!