godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Hukrim / Dua Pria Anggota Jaringan Jual Beli Senpi Rakitan Di Sumsel Dibekuk Polisi
Ilustrasi penangkapan jaringan penjual Senpi rakitan di Sumsel

Dua Pria Anggota Jaringan Jual Beli Senpi Rakitan Di Sumsel Dibekuk Polisi

LUBUKLINGAU, NusantaraPosOnline.Com-Dua orang pria berinisial BL (21) dan MS (30) di tangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Kedua pria tersebut diduga anggota sindikat jual beli senjata api (Senpi) rakitan.

BL merupkan warga Rejang Lebong, Bengkulu, Sedangkan MS, adalah warga Muratara.

“Ya, kita menangkap dua orang pria yang merupakan jaringan jual-beli senjata api rakitan berikut barang bukti senpira dan amunisi aktif,” kata Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ismail. Kamis (11/3/2021).

Penangkapan kedua pelaku, berawal dari informasi masyarakat adanya jual-beli senpi ilegal. “Penangkapan kedua tersangka bermula adanya informasi laporan dari masyarakat akan adanya transaksi jual-beli Senpi di dua tempat berbeda. Setelah memastikan informasi tersebut, Tim Macan Polres Lubuklinggau melakukan penyelidikan. Polisi langsung menuju ke masing-masing TKP.” Terang Ismail

Di TKP, anggota melihat pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan pelapor. Anggota langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan dan langsung dilakukan penggeledahan.

“Dari hasil penggeledah, polisi menemukan sepucuk senpi rakitan laras pendek jenis revolver dan dua butir amunisi aktif kaliber 38 mm di dalam tas selempang yang digantung di punggung tersangka BL. Sedangkan tersangka MS, polisi menemukan sepucuk senjata api rakitan laras pendek jenis revolver dan dua butir amunisi aktif kaliber 9 mm di dalam tas selempang warna merah krem miliknya.” Ujarnya.

Tersangka BL dan MS langsung kita amankan,  beserta barang bukti kita bawa ke Mapolres.

Ismail menerangkan, penangkapan keduanya dilakukan ditempat yang berbeda, BL, ditangkap di kawasan Pasar Satelit, Lubuklinggau Utara, Selasa (9/3/2021) sekitar pukul 17.30 WIB. Sedangkan MS, ditangkap di Terminal Petanang, Lubuklinggau Utara.

Ismail mengatakan, dari hasil interogasi, kedua tersangka mengakui membawa senjata api tersebut dengan maksud untuk melakukan tindak kejahatan di Kota Lubuklinggau.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana tanpa hak memiliki, menguasai, menyimpan Senjata api dan amunisi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Jun)

Check Also

Kejati Sumsel Sita 7 Ruko Milik Eddy Hermanto Tersangka Dugan Korupsi Masjid Masjid Sriwijaya

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan (Kejati Sumsel) menyita tujuh unit bangunan jenis rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!