godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Juni 22 2021
Home / Hukrim / Kontraktor Yang Jadi Korban Penembakan Anak Bupati Majalengka Cabut Laporan
Kontraktor Panji Pamungkas (pakai tutup kepala warna hitam) dipolres Majalengka mencabut laporan.

Kontraktor Yang Jadi Korban Penembakan Anak Bupati Majalengka Cabut Laporan

MAJALENGKA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang kontraktor Panji Pamungkas yang menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh anak Bupati Majalengka Karna Sobahi bernama Irfan Nuralam mencabut laporan.

Panji secara resmi secara resmi dicabut laporan polisi di hadapan kuasa hukum dan keluarga Irfan Nuralam, yang bertempat di Ruang Satreskrim Polres Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/11), sekitar pukul 03.00 WIB.

Panji Pamungkas didampingi keluarga mendatangi kantor Polres Majalengka pada Sabtu dinihari. Mereka bertemu dengan pihak kuasa hukum Irfan Nuralam untuk melakukan damai dan mencabut laporan.

Korban menuturkan bahwa pihaknya telah memaafkan dan mencabut laporan demi menjaga hubungan.

“Ya saya sudah memaafkan dan dengan ini saya mencabut semua laporan saya di hadapan kuasa hukum dan keluarga Irfan Nuralam,” Ucap Panji Pamungkas, kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Panji Pamungkasandi (40) mengaku jadi Korban penembakan di Kabupaten Majalengka pada Minggu (10/11/2019). Ada luka perban di tangan kirinya, bekas luka tembak.

Ia menyebut pelakunya bernama Irfan Nur Alam, Kabag Ekonomi Setda Pemkab Majalengka.

Peristiwa penembakan terjadi di sebuah ruko di Jalan Cigasong Kabupaten Majalengka. Ketika itu, Panji mengaku sedang menunggu kehadiran Irfan Nur Alam terkait pembayaran uang proyek.

“Saya menunggu di mobil, sampai ketiduran. Tiba-tiba saya didatangi orang pak Irfan, memaksa keluar dari mobil dan akhirnya saya masuk ke ruko,” katanya.

Sesaat sebelum memasuki ruko tersebut, Panji Pamungkasandi mengaku sempat dihampiri Irfan Nur Alam yang sambil menenteng senjata di tangan kanannya.

“Dia bilang waktu itu ‘kamu di sini bikin masalah bikin rusuh terus’. Dia sambil menodongkan senjata,” katanya.

Saat ditodong pakai senjata itulah, Panji Pamungkasandi mengaku menepis tangan Irfan supaya senjata tidak mengarah kepadanya.

Sempat ada upaya perlawanan dari Irfan saat Panji menyingkirkan senjata yang diarahkan padanya.

‎”Dari situ ada suara letusan dari senjata kena tangan saya dan rekan pak Irfan. Saat itu, saya dibawa ke dalam ruko. Uangnya Rp 500 juta diberikan dari pak Irfan sambil dilempar,” katanya.

Panji mengakui ia datang ke Ruko tersebut bersama belasan orang rekannya, seingat dia 12 orang. Dia juga mengakui sempat ada keributan dengan orang-orang yang dibawa oleh Irfan.

Sebagian di antara kedua kubu mengalami luka lebam karena bentrokan. Usai mendapatkan uang itu, Panji Pamungkasandi meninggalkan ruko.

“Lalu saya ke rumah sakit dan laporan ke polisi. Katanya saya bawa senjata tajam, nah waktu saya laporan polisi itu, mobil saya dan pegawai digeledah dan tidak didapati apapun di dalam mobil,” ucap Panji Pamungkasandi.

Disinggung soal proyek yang dikerjakan Panji, ia mengaku mengerjakan proyek SPBU senilai Rp 800 juta.

Sebelum menemui Irfan, Panji mengaku bertemu dengan pria bernama Andi, rekanan Irfan. Irfan menjanjikan akan membayar sisanya, setelah bertemu dengan Andi.

“Saat sebelum kejadian itu, pak Andi bilang untuk menemui Irfan di ruko. Di ruko tersebut, di janjikan uang akan di bayarkan sepenuhnya oleh Irfan,” kata Panji Pamungkasandi. (bd)

Check Also

Diduga Tipu Pelanggan, Pedagang Di Jombang Ditangkap Polisi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang ibu rumah tangga pedagang toko peracangan, Sela putri rahayu (26) warga Dusun Caruban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!