Korupsi Dana Hibah KONI Sumsel, Kejati Periksa Ketua Pengadaan Barang Dan Jasa

Kantor KONI Provinsi Sumsel di Jl Jenderal Sudirman Palembang.

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel terus mendalami kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel tahun 2021.

Kasus ini naik statusnya ke penyidikan, sesuai dengan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejati Sumsel tertanggal 8 Maret 2023, dengan nomor PRINT-02/L.6/Fd.1/03/2023.

Untuk menangkap siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam perkara ini. Penyidik terus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi secara bergiliran.

Terbaru, pada Kamis 22 Juni 2023 penyidik memanggil dan memeriksa Ketua Pengadaan Barang dan Jasa pada KONI Sumsel berinisial S sebagai saksi untuk diambil keterangan oleh tim penyidik.

“Hari ini kita melakukan pemeriksa terhadap S untuk diambil keterangan sebagai saksi, untuk memperkuat alat bukti dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Sumsel. Keterangan dari saksi S juga berguna untuk mendalami perkara terkait mekanisme proses lelang / tender pengadaan barang dan jasa.”  Kata Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari. Kamis (22/6/2023).

Saksi S diperiksa penyidik Kejati Sumsel sejak pukul 10.00 WIB pagi hingga kurang lebih pukul 15.00 WIB petang. Yang bersangkutan dicecar belasan pertanyaan terkait soal pengadaan barang dan jasa di tubuh KONI Sumsel. Sambung Vanny.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya pada Selasa 20 – Rabu 21 Juni 2023 kemarin, penyidik Pidsus Kejari Sumsel  juga memanggil dan memeriksa tiga orang saksi. Selasa 20 Juni 2023 ada dua orang saksi dimintai keterangan yakni berinisial RK dan U, yang merupakan staf keuangan KONI Sumsel. Keduanya diperiksa sejak pulul 10.00 WIB hingga petang.

Dan pada 21 Juni 2023 penyidik memeriksa saksi pegawai KONI Sumsel berinisial S.

“Pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan secara bergiliran. Karenakan perkara ini sudah naik dalam tahap penyidikan.” Ujarnya.

Vanny menambahkan, jauh sebelumnya dalam kasus ini penyidik juga telah melakukan pemanggilan sekitar 50 orang saksi yang diperiksa penyidik Pidsus Kejari Sumsel.

Dia merincikan, sejumlah saksi-saksi tersebut diantaranya adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel Yusuf Wibowo, Ketua KONI Sumsel Hendri Zainuddin alias HZ, Sekretaris KONI Sumsel Suparman Romans, Ketua panitia Cabang Olahraga (Cabor) dan sejumlah pihak terkait lainya.

“Kedepannya, pemanggilan saksi-saksi akan terus dilakukan guna mencari tahu siapa saja aktor yang berperan dalam perkara ini,” Terangnya.

Vanny menandaskan, bahwa tidak menutup kemungkinan saksi-saksi yang sudah dipanggil akan dipanggil ulang kembali oleh penyidik agar perkara ini terungkap siapa saja dalangnya.

Sebagai informasi, untuk membongkar kasus dugaan berbagai korupsi, di tubuh KONI Sumsel. Mulai dari dugaan korupsi pencairan Deposito, dugaan korupsi dana hibah dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun 2021. Penyidik Kejati Sumsel, Kamis 30 Maret 2023 lalu, telah melakukan pengeledahan kantot KONI Sumsel.

Dari hasil penggeledahan, tim penyidik mengamankan beberapa barang-barang, yakni 4 berkas yang disimpan dalam kardus dan 2 box plastic besar.

“Yang kita amankan yakni berkas dan flasdish. Berkas itu akan diperiksa untuk melihat rangkaian kegiatan KONI Sumsel 2021 lalu,” katanya.

Selanjutnya, kasus tersebut sudah naik statusnya ke penyidikan, sesuai dengan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejati Sumsel tertanggal 8 Maret 2023, dengan nomor PRINT-02/L.6/Fd.1/03/2023.

Sampai berita ini diturunkan penyidik belum menetapkan satupun sebagai tersangka dalam kasus ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!