KPK Menetapkan 9 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pengerukan Alur Pelabuhan

FOTO : Ilustrasi gedung kantor KPK di Jakarta.

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan 9 orang sebagai tersangka, kasus dugaan korupsi 4 proyek pengerukan alur pelayaran di Indonesia. Sembilan orang yang dijerat dalam kasis ini terdiri dari 6 penyelenggara negara dan 3 swasta.

“KPK saat ini sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait paket pekerjaan pengerukan alur pelayaran,” katanya Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, dalam keterangannya kepada para awak media. Kamis (27/6/2024).

Tessa menjelaskan terdapat empat pelabuhan yang proyek pengerukannya sedang didalami KPK. Keempat pelabuhan itu, yakni pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas tahun anggaran 2015 hingga 2017.

Berikutnya Proyek pengerukan Pelabuhan Samarinda 2015 dan 2016 serta Proyek pengerukan Pelabuhan Banoa 2015 dan 2016. Terakhir proyek pengerukan Pelabuhan Pulang Pisau 2013 dan 2016.

Tessa menegaskan, sembilan orang yang dijerat dalam kasus ini terdiri dari enam penyelenggara negara dan tiga pihak swasta. Namun, Tessa masih enggan mengungkap identitas sembilan orang yang menyandang status tersangka.

“Nama pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kronologis dugaan perbuatan pidana dan pasal yang disangkakan akan kami umumkan saat penyidikan perkara ini telah cukup,” ujarnya.

Kasus ini merupakan pengembangan kasus Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Atonius Tonny Budiono tahun 2017. Selain Tony, KPK menetapkan pelaku suap, Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan.

Tonny diduga menerima suap dari Adiputra terkait perizinan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Tonny diduga menerima duit pelicin sebanyak Rp 20,74 miliar dalam bentuk mata uang rupiah dan asing.***

Pewarta : BUDI W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!