JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga Dusun Kedungsari, Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa timur, mengeluhkan limbah bangkai ayam milik PT Satwa Utama Raya 3 (PT SUR 3) yang ada didesa tersebut, yang menimbulkan bau menyengat tercium hingga permukiman warga. Tak sedikit warga yang merasakan mual-mual dan muntah bahkan sesak akibat bau busuk yang ditimbulkan.
Yang lebih parah lagi selama puluhan tahun berdiri PT SUR 3 yang membudidayakan ayam petelur ini, sebagai tamu didesa Balongsari, diduga tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Menurut sumber terpercaya yang keberatan disebutkan namanya, menyebutkan PT SUR 3 ini merupakan perusahaan gajah (Perusahan besar) yang memiliki banyak cabang. Selama berdiri di desa Balongsari PT SUR 3 diduga tidak memiliki IPAL.
“Bangkai ayam yang mati, oleh PT SUR 3 dibuang begitu saja kedalam lubang (Galian tanah) yang berukuran sekitar 13 x 6 x 3 meter. Oleh karena itu menimbulkan bau busuk hingga kepemukiman warga. Sebetulnya cara membuang bangkai ayam dengan cara seperti ini sudah berlangsung lama. Namun baru dua bulan belakangan ini warga mulai bergejolak, karena bau busuknya semakin parah, akibat digenangi air hujan.” Ujarnya sumber NusantaraPosOnline.Com.
Karena warga mulai bergejolak. Baru-baru ini PT SUR 3 melakukan upaya untuk menghilangkan bau busuk, upaya tersebut yakni melakukan penyedotan lubang seperti sedot WC namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, karena tulang-tulang bangkai ayam juga tak bisa ikut tersedot. Selanjutnya PT SUR 3 menutup (menimbun) lubang limbah bangkai ayam dengan mengunakan kapur dan tanah.
“Namun usaha tersebut tak membuahkan hasil, justru lubang limbah bangkai ayam seperti meledak dan air dalam lubang meluber bau busuk pun tambah menyengat. Lubang limbah seperti meledak diduga karena, ditutup / ditimbun dengan kapur yang masih aktif. Terkait keluhan warga ini pada hari Senin 17 Januari 2022 sudah ada petugas dari Dinas lingkungan hidup (DLH) Jombang mendatangi lokasi. Dan saat ini warga menunggu tindakan tegas dari Dinas terkait, dan penegak hukum.” Kata Sumber berita NusantaraPosOnline.Com wanti-wanti tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan.
Menurut Polimah, warga setempat yang bermukim didekat PT SUR 3 mengatakan, bau nya itu sangat busuk. “Baunya busuk sekali membuat kita mual-mual sampai muntah-muntah. Sudah satu bulan lebih. Apalagi kemarin pas hujan lebat, bau nya minta ampun saya sampai muntah-muntah.” Kata Polimah.
Menurut Polimah, sumber bau busuk tersebut berasal dari sumur bangkai ayam milik PT SUB 3. Warga berharap agar pihak perusahaan segera mengambil langkah cepat agar baunya segera hilang.
Saat disingung apakah perusahanaan ini memberikan bantuan kewarga yang bermukim sekitar PT SUB 3 ? “Dirinya juga mengaku pada saat lebaran pihak perusahaan hanya membagikan telur sebanyak 20 butir per Keluarga. Jadi bantuan itu tidak sebanding dengan polusi udara yang dirasakan selama ini.” Kata Polimah.
Hal senada juga diungkapkan Nanik, warga Dusun Kedungsari Desa Balongsari yang rumahnya bersebelahan dengan pintu utama PT. SUR 3. “Kami semua warga disini merasa terganggu dengan bau yang menyengat dari sumur bangkai ayam milik PT SUR 3.
“Akibat bau busuk itu, membuat dada kami terasa sesak dan salalu mau muntah. Kami berharap PT SUR 3 segera mengatasi bau busuk tersebut. Dan warga berharap adanya keadilan pihak dinas terkait dan penegak hukum juga mengambil tindakan tegas.” ucap Nanik.
Kepala Desa Balongsari, Nurwahid, membenarkan terkait bau busuk yang dialami warganya. Ia mengaku dirinya sudah berkali-kali menyampaikan hal itu ke pihak PT SUR 3. Pihak perusahaan sudah berusaha dengan berbagai cara agar sumur bangkai ayam itu tidak mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Sampai sekarang usaha itu belum berhasil. Sebelumnya saya sempat menyarankan agar sumur atau kolam bangkai itu di tutup saja.” Kata Nurhadi.
Terkait hal ini, Eko Pratomo, Humas PT. SUR area Jombang melalui sambungan selulernya berkali-kali tidak bisa tersambung. Namun beberapa saat kemudian, ia mengirimkan pesan WA Chat yang menyatakan bahwa dirinya tidak bisa di ganggu karena sedang ada metiing. (Rin)










