godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Agustus 6 2020
Home / Investigasi / Lsm Arak : Ada Korupsi Ruislag Tanah Kas Desa Sumbermulyo 14.000 M2
Nampak tanah kelas A seluas 14.000 m2 di Jl. KH. Romli Tamim, Jombang, yang dulunya tanah aset desa Sumbermulyo, kini ditempati kantor Dinas PUPR, KPU, dan Dinas Perkim Jombang.

Lsm Arak : Ada Korupsi Ruislag Tanah Kas Desa Sumbermulyo 14.000 M2

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelepasan tanah aset Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, kabupaten Jombang, Jawa timur, seluas 14.000 m2, melalui tukar guling  (ruislag) antara Pemerintah Desa Sumbermulyo dengan Pemerintah Kabupaten Jombang yang terjadi tahun 1999 disorot oleh Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Jawa timur. Pasalnya ruislag tersebut ada indikasi korupsi.

Kordinator Lsm Arak, Safri Nawawi, SH, mengatakan dari penelusuran tim kami dilapangan, tahun 1999 lalu, Pemerintah Desa Sumbermulyo melakukan tukar guling tanah aset desa dengan Pemkab Jombang.

“Tanah aset desa Sumbermulyo seluas 14.000 M2 berlokasi di pingir Jl. KH. Romli Tamim, Desa Sumber Mulyo, Kec. Jogoroto. Tanah tersebut kelas A. Sedangkan tanah pengganti yang diberikan Pemkab Jombang kepada Pemerintah desa Sumbermulyo adalah tanah seluas 13.900 M2 yang harganya lebih murah jika dibandingkan dengan tanah kas desa Sumber mulyo.” Kata Safri.

Safri memaparkan, tanah aset desa Sumbermulyo seluas 14.000 kelas A harga permeter mencapai kisaran Rp. 700 ribu / m2 (14.000 m2  x Rp 700.000 = Rp 9.800.000.000). Sedangkan tanah pengganti dari Pemkab Jombang berlokasi di dua desa, yakni : Didesa Sumbermulyo tanah kelas B seluas 7000 m2 harga permeter hanya kisaran Rp 400 ribu (7000 m2 x Rp 400.000 = Rp 2.800.000.000), dan didesa Ngudirejo Kecamatan Diwek, tanah kelas C seluas 6.900 m2, harga permeter hanya kisaran Rp 150 ribu / meter (6.900 m2 x Rp 150.000 = Rp 1.035.000.000).

KORUPSI : Nampak tanah kelas A seluas 14.000 m2 di Jl. KH. Romli Tamim, Jombang, yang dulunya tanah aset desa Sumbermulyo, kini ditempati kantor Dinas PUPR, KPU, dan Dinas Perkim Jombang.

“Tanah aset desa Sumber mulyo kelas A seluas 14.000 m2 seharga kisaran Rp 9.800.000.000 sedangkan tanah penganti dari Pemkab Jombang kelas B dan C seluas cuman 13.900 m2, harganya hanya kisaran Rp 3.835.000.000. Jadi ada selisih harga tanah kisaran Rp 5.965.000.000 (9.800.000.000 – Rp 3.835.000.000 = Rp 5.965.000.000). Ini jelas merugikan pemerintah desa Sumber mulyo.” Tegas mantan aktifis PRD (partai rakyat demokratik) tersebut.

Menurut Safri, tak hanya itu luas tanah pengganti dari Pemkab Jombang juga ada selisih luas sekitar kisaran 100 m2.  Tanah aset desa Sumber mulyo seluas 14.000 m2 sedangkan tanah pengganti dari Pemkab Jombang hanya 13.900 m2.

“Dari Ruislag ini jelas merugikan keuangan Pemdes Sumber mulyo. Dapat kami simpulkan kerugian tersebut karena ada selisih harga yang sangat jauh, dan adanya selisih luas. Jadi ada perbuatan pidana dalam kasus ini. Kami menduga ada pihak-pihak pejabat Pemkab Jombang, Camat Jogoroto, dan Kepala desa Sumbermulyo, yang bermain dalam kasus ini. Oleh karena itu kami mendesak aparat penegak hukum di Jombang, segera mengusut kasus ini. Segera memeriksa dan menangkap pihak yang terlibat. Jangan menunggu laporan resmi dari masyarakat.” Ujar Safri.

Terkait hal tersebut, Kepala desa Sumbermulyo,  Fuad,  ia mengaku tidak tahu persis proses tukar guling tanah ganjaran kepala desa atau tanah kas desa Sumbermulyo. “Waktu adanya tukar guling tanah ganjaran Kades Sumbermulyo dengan Pemkab Jombang, saya belum menjabat Kades Sumber mulyo. Makanya saya tidak begitu paham.” Kata Fuad, Rabu (5/2/2019).

Memang setahu saya dulunya tanah kas desa Sumbermulyo, atau tanah ganjaran Kades ada seluas 14.000 m2 lokasinya ada di pingir Jl. KH. Romli Tamim, Desa Sumbermulyo, Kec. Jogoroto. Tanah tersebut kelas A.

“Setelah ditukarguling dengan Pemkab Jombang, dapat penganti tanah seluas 13.900 m2. Lokasi tanah penganti terpisah-pisah di 4 tempat, di dua desa yaitu di Desa Sumber mulyo 1 bidang seluas 7000 m2, dan di Desa Ngudirejo ada 3 bidang, luas semuanya 6.900 m2.” Kata Fuad.

Tanah penganti tersebut ada dua bidang luanya 3.400 m2, berlokasi di Desa Ngudirejo, sampai hari ini masih belum jelas surat menyuratnya. “Pemerintah desa mau menyertifikatkan tanah 3.400 m2 tersebut belum bisa karena berkas-berkas tanah tersebut sejak saya menjabat Kades tidak ada di kantor desa. Hal ini sedang kami urus supaya tanah yang belum bersertifikat tersebut bisa, bersertifikat atas nama aset desa Sumbermulyo.” Ujarnya.

Lalu lebih mahal harga tanah aset desa Sumbermulyo, atau lebih mahal harga tanah pengganti dari Pemkab Jombang ? “Kalau dilihat dari kelas tanah, tanah aset desa Sumber adalah tanah kelas A, sedangkan tanah penganti adalah tanah kelas B dan C. Harganya jelas lebih murah tanah penganti dari Pemkab Jombang.” Imbuh Fuad.

Untuk diketahui tanah kas desa Sumbermulyo berlokasi di Jl. KH. Romli Tamim, yang sekarang ini ditempati untuk kantor Dinas PUPR, KPUD, dan Dinas Perkim, kabupaten Jombang. Sedang tanah pengganti dari Pemkab Jombang, lokasinya tidak setrategis. (Rin)

Check Also

Habiskan Rp 6,714 Milyar, Proyek Pasar Rakyat Di Trowulan Mojokerto Masih Mangkrak

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Proyek bangunan pasar rakyat, yang berada di Kecamatan Trowulan Jl Raya Trowulan, Telogo Gede, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!