godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , September 27 2020
Home / Investigasi / Miliaran Rupiah Modal Usaha KPRI “RUKUN MAKMUR” Guru Kecamatan Pace Nganjuk Raib
Kantor KPRI Rukun Makmur Guru-guru Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, di JL Raya Nganjuk - Kediri

Miliaran Rupiah Modal Usaha KPRI “RUKUN MAKMUR” Guru Kecamatan Pace Nganjuk Raib

NGANJUK, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Rukun Makmur Guru-guru Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk resah pasalnya tidak adanya kejelasan soal modal usaha, yang dikelolah KPRI tesebut.

Hal ini terjadi setelah modal usaha KPRI dalam pembukuan tercatat sekitar Rp 4 miliar namun hanya sekitar Rp 2 miliar yang jelas peredaranya untuk simpan pinjam.

Kepala Sekolah SDN Babadan Pace, Sodiq Panani, yang juga salah seorang anggota KPRI Rukun Makmur, mengaku dirinya menjadi anggota KPRI Rukun Makmur, sejak tahun 1987 dan telah berkali-kali mengingatkan pengurus untuk melakukan pembenahan pembukuan dan mengedepankan transparansi dalam pelaporan tutup buku pada anggota.

“Tujuanya agar dikemudian hari tidak ada gejolak atas kasak-kusuk dugaan penyimpangan uang koperas, yang bisa memojokkan para pengurus. Tapi hal itu sudah terjadi dan rasa percaya anggota pada KPRI Rukun Makmur sudah luntur.” Kata Sodiqi. Senin (3/8).

Menurut dia, sekarang sudah sewajarnya para pengurus bertanggungjawab kepada para anggota atas dugaan raibnya modal usaha sebesar Rp 2 miliar lebih. Dan kalau sampai terjadi penjualan asset itu bukan jalan keluar, karena pengurus baru adalah wajah lama yang sudah semestinya tahu alur pengeluaran dan pendapatan dari koperasi, kalau sampai tidak tahu, lantas apa yang mereka kerjakan sebagai pengurus.

“Para guru tidak terima bila modal usaha koperasi yang seharusnya bisa bermanfaat bagi anggota koperasi, ternyata disalahgunakan. Apalagi KPRI sendiri saat ini juga menerima simpanan dana dari pihak ketiga sehingga pengelolaan uang usaha koperasi harus jelas. Jadi kami siap mempidanakan siapapun oknum pengurus Koperasi yang membawa uang yang nilainya miliaran itu. Karena kami sebagai anggota dirugikan oleh ulah oknum itu,” Ujarnya.

Sementara itu menurut Isnaini Tri Supomo, salah seorang pengawas KPRI Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, menjelaskan, modal usaha KPRI Kecamatan Pace tersebut diambil dari iuran wajib 200 anggota sebesar Rp 100 ribu perbulan, dana simpanan pihak ketiga, dan dari Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI).

“Kami sebagai pengawas juga mempertanyakan kemana dana Rp 2 miliar tersebut, kok hanya sekitar Rp 2 miliar saja yang beredar dalam KPRI Kecamatan Pace. Hai ini membuat anggota resah karena mempertanyakan keberadaan dana modal koperasi yang raib etah dikemanakan,” kata Supomo.

Menurut Supomo, akibat uang KPRI senilai sekitar Rp 2 miliar yang tidak jelas tersebut sekarang ini, sudah mulai ada anggota dari para guru di Kecamatan Pace mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan KPRI. Para guru tidak menghendaki adanya pemotongan gaji mereka setiap bulan untuk simpanan wajib KPRI setelah mengetahui tidak adanya kejelasan dalam penggunaan modal usaha Koperasi.

“Utuk pengajuan pengunduran diri sejumlah anggota tersebut masih akan diajukan ke pengurus KPRI, dan kami berharap segera ada kejelasan tentang kemana dana usaha Rp 2 miliar itu. Kalau memang ada oknum pengurus lama KPRI yang menggunakan dana itu maka harus bisa dipertanggung jawabkan, tidak bisa dikelolah semaunya sendiri.” Tegas Supomo.

Terkait hal tesebut Ketua KPRI Rukun Makmur Guru-guru Kecamatan Pace, Khotimudin mengaku, saat ini masalah tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan pelacakan pengurus KPRI Kecamatan Pace. Hal ini dikarenakan dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus lama yang disampaikan dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) disebutkan modal usaha mencapai sekitar Rp 4 miliar. Namun dari jumlah uang tersebut ternyata yang beredar hanya sekitar Rp 2 miliar.

“Kami sebagai pengurus baru KPRI yang baru bekerja mulai awal Maret 2020 ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap modal usaha Koperasi tersebut yang memang dirasa ada kejanggalan,” kata Khotimudin.

Khotimudin menambahkan, pengurus baru tidak akan melakukan rapat kerja sebelum ada kejelasan tentang modal usaha KPRI yang riil. Setidaknya melalui pemeriksaan mendalam, diharapkan dapat diketahui jumlah modal piutang dan sisa modalnya ada berapa.

“Sebenarnya memang masalah ini ingin kami ketahui saat dipilih menjadi Ketua KPRI yang baru. Terkait pengunduran dari sejumlah guru dari keanggotan koperasi, sampai saat ini saya dan pengurus, belum menerima surat pengunduran diri dari guru anggota KPRI. Kami berharap seluruh anggota KPRI Kecamatan Pace bersabar menunggu proses pemeriksaan yang terlebih dahulu, agar masalahnya terang benerang.” tutur Khotimudin. (War/Eko)

Check Also

Dugaan Korupsi BST Kemensos Di Jombang, 122 KPM Didesa Keplaksari Hanya Terima Tahap 1 Dan 2

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan pencairan Bantuan Sosial tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos RI), untuk warga desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!