Pj Bupati Jombang Janji Selesaikan Kasus Ruko Simpang Tiga Sampai Tuntas

Pj Bupati Jombang Sugiat, didampingi Sekdakab Jombang, dan para Kepala OPD terkait, mengelilingi seluruh lokasi Ruko hingga melihat bekas kolam renang yang mangkrak dan berubah fungsi menjadi pasar burung. Kamis (16/11/2023).

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Penjabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat mengunjungi Ruko Simpang Tiga, yang berlokasi di atas tanah eks terminal lama Kabupaten Jombang, di Desa Mojongapit Kecamatan / Kabupaten Jombang, tepatnya di depan kampus Universitas Darul Ulum Jombang, pada Kamis (16/11/3023) pagi.

Dalam kunjungannya tersebut, Pj Bupati Jombang Sugiat menegaskan, bahwa Pemkab Jombang, dibawah kepemimpinannya berkomitmen atau berjanji akan menyelesaikan kasus aset Ruko Simpang Tiga yang menjadi sorotan masyarakat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga tuntas.

BACA JUGA :

Karena sejak 2016 sampai sekarang, kasus ruko Simpang Tiga ini, tidak jelas jluntrungnya, sudah dua kali berganti Bupati-Wakil Bupati Jombang, namun tidak ada yang berhasil menyelesaikan kasus ini.

“Ini harus segera diselesaikan sesuai dengan aturan perundang undangan yang berlaku, jangan didiamkan berlarut larut untuk permasalahan ruko Simpang Tiga Jombang, sekarang masih dalam proses hukum penghitungan kerugian negara,” Kata Sugiat, saat mengunjungi ruko simpang tiga. Kamis (16/11/2023).

Mantan Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Sulawesi Barat itu secara tegas akan segera mengajak para pihak untuk duduk bersama dan menyelesaikan polemik ini.

Ruko simpang tiga milik Pemkab Jombang, terletak di simpang tiga Desa Mojongapit atau di atas tanah eks terminal lama Kabupaten Jombang. Senin (6/11/2023). FOTO : Dok Nusantara Pos / Sinta.

“Untuk menyelesaikan harus melewati koridor hukum yang saat ini masih dalam proses hukum di Kejaksaan Negeri Jombang. Meskipun sudah bolak balik duduk bersama, tapi dimasa kepemimpinan saya ini kan belum. Semua harus diperlakukan sama di mata hukum.” Ujarnya.

Ia menadaskan, sebagai warga negara semua harus taat hukum, begitu juga dengan persoalan Ruko Simpang Tiga. Kita semua sama dimata hukum.

“Saya sebagai pengayom, pelayan masyarakat akan segera mengkaji persoalan ini. Saya tidak punya kepentingan politik. Kita akan segera sosialisasikan, semua ada tahapannya, kita akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jombang. Kita tunggu proses hukum yang berjalan saat ini,” Pungkasnya Sugiat Pj Bupati Jombang.

Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli dan para Kepala OPD terkait, Sugiat Pj Bupati Jombang mengelilingi seluruh lokasi Ruko hingga melihat bekas kolam renang yang mangkrak dan berubah fungsi menjadi pasar burung.

Usai dari Ruko Simpang Tiga, Pj Bupati Jombang Sugiat bersama rombongan, juga meninjau Pasar Legi Citra Niaga lantai dua dan Pasar Ngrawan Tembelang.

Kasus Ruko Simpang Tiga Desa Mojongapit

Untuk diketahui, bahwa Ruko Simpang Tiga ini berdiri atas tanah eks terminal lama aset Pemkab Jombang.

Kasus Ruko Simpang Tiga ini berawal sekitar tahun 1996 silam, Pemkab Jombang memberikan HGB (Hak guna bangunan) kepada pihak swasta dengan jangka waktu selama 20 tahun, yakni sejak 1996 – 2016. Jadi para penghuni / pemilik Ruko Simpang Tiga menempati bangun Ruko atas dasar HGB yang diberikan Pemkab Jombang selama 20 tahun.

Sejak tahun 2016 masa berlaku HGB tersebut sudah habis, atau sudah tidak berlaku lagi. Karena Pemkab Jombang, tidak memberikan perpanjangan HGB. Namun, faktanya dilapangan para eks pemegang HGB / penghuni ruko, tidak menyerahkan / mengembalikan tanah ruko simpang tiga kepada pemiliknya yakni Pemkab Jombang.

Padahal menurut aturan, para eks pemegang HBG harus mengembalikan tanah ruko tersebut pada Pemkab Jombang, selaku pemiliknya.

Ruko simpang tiga milik Pemkab Jombang, terletak di simpang tiga Desa Mojongapit atau di atas tanah eks terminal lama Kabupaten Jombang. Senin (6/11/2023). FOTO : Dok Nusantara Pos / Sinta.

Bahkan sejak 2016 sampai sekarang, para eks pemegang HGB / penghuni ruko, makin asyik-asyik dan arogan mengunakan dan menikmati tanah ruko aset negara, dan hal ini sangat merugikan rakyat, atau warga Jombang. Sehingga kasus ini menuai sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.

Sementara Pemkab, DPRD, dan aparat penegak hukum di kabupaten Jombang, terhitung sejak 2016 sampai sekarang tidak mampu menyelesaikan masalah ini, tidak mampu meangambil alih ruko simpang tiga.

Sampai sekarang, fakta dilapangan tanah dan ruko simpang tiga aset negara, hanya dinikmati oleh segelintir orang-orang kaya.

Pemkab Jombang Rugi Sekitar Rp 5 milias

Sebagai informasi, berdasarkan hasil audit BPK terhadap laporan keuangan Pemkab Jombang TA 2020, menemukan kerugian negara (Kerugian Pemkab Jombang-Red) sekitar Rp 5 miliar, dari pemanfaatan ruko simpang tiga. BPK juga menegaskan bahwa ruko simpang tiga adalah aset Pemkab Jombang, maka kewajipan eks pemegang HGB / penghuni ruko simpang tiga membayar uang sewa kepada Pemkab Jombang.

Menurut BPK eks pemegang HGB atau penghuni ruko simpang tiga harus membayar uang sewa pada Pemkab Jombang, terhitung sejak HGB tidak berlaku lagi, yakni sejak 2016 lalu sampai sekarang.

Tapi kenyataanya, berdasarkan informasi dari Pemkab Jombang, sampai hari ini, eks pemegang HGB / penghuni ruko membangkang, tidak membayar uang sewa ruko kepada Pemkab Jombang.

Total tagihan uang sewa keseluruhan sekitar Rp 5 miliar, sampai hari ini hanya sekitar 20 persen yang dibayar oleh penghuni ruko.

Artinya ada pembangkangan oleh eks pemegang HGB / penghuni ruko, karena tidak membayar uang sewa pada pemiliknya yakni Pemkab Jombang.

Padahal Pemkab, DPRD, Penegak hukum di Jombang bersama eks pemegang HGB sudah bulak balik duduk bersama, untuk mencari solusi menyelesaikan kasus ini, tapi faktanya sampai hari ini, tidak ada penyelesaian.

Bahkan DPRD Jombang sudah membentuk Pansus, yang dibiayai dari duit rakyat melalui APBD, tapi kerja Pansus DPRD Jombang, juga seakan tidak membuahkan hasil.

Lalu sampai kapan warga Jombang, menunggu sikap tegas Pemkab, DPRD, dan Penegak hukum di Jombang  ini ? untuk bersikap tegas mengambil alih dan mengelola ruko simpang tiga untuk kemakmuran warganya.***

 Pewarta : RURIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!