Polisi Ringkus 8 Pinjol Ilegal Berkedok KSP Yang Biasa Meneror Nasabah

  • Bagikan
Polisi Ringkus 8 Pinjol Ilegal Berkedok KSP Yang Biasa Meneror Nasabah

NusantaraPosOnline.Com, JAKARTA-Tim Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri meringkus delapan tersangka pinjaman online (Pinjol) ilegal berkedok koperasi simpan pinjam (KSP). Mereka kerap meneror para nasabahnya.

Di antaranya dengan cara memfitnah para nasabahnya sebagai bandar narkoba yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk menagih utang. Kamis (29/7/2021).

Kedelapan tersangka tersebut berinisial  DEA, YB, C, E, B, A, S, dan R. Mereka ditangkap di kawasan Jakarta Barat, Medan (Sumatera Utara) dan Tangerang.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan, kasus ini terungkap saat kepolisian mendalami sejumlah SMS blasting berisi penawaran dana cepat. Setelah didalami diketahui berasal dari pinjol yang berkantor di Jakarta Utara.

“Kita berhasil sebelumnya mengungkap pinjol PT. SCR beberapa waktu laku di mana penggrebekan di Jakarta Utara diamankan beberapa tersangka berikut barang bukti ada ribuan kartu SIM Card, modem, HP, dan laptop,” kata Helmy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/7).

Helmy menjelaskan, pelaku dalam aksinya selain membuat aplikasi Playstore dan Appstore, tetapi juga mengirimkan acak SMS blasting. Dari hasil pendalaman diketahui PT. SCR memiliki cabang di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Medan. Mereka lalu bergerak ke Medan dan mengamankan 2 debt collector.

Dari hasil pemeriksaan lanjut Helmy, terungkap bahwa PT. SCR tak hanya menawarkan pinjol lewat aplikasi. Perusahaan ini juga membuka layanan lewat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang modusnya hampir sama yakni menawarkan dana cepat dan berakhir dengan intimidasi.

“Tim ke Medan penyelidikan kita tangkap di Medan. Dari situ berkembang pelaku selain PT.SCR terafilisiasi beberapa KSP seperti simpan hidup hijau, cinta damai, tour saku, pulau bahagia, dana darurat, dana cepat cair, dan pinjaman kejutan yang semua terafiliasi jaringannya,” ujar Helmy.

Helmy mengungkapkan, total 8 tersangka diamankan yang identitasnya belum diungkap. Mereka dijerat Pasal 45 Ayat 3 Tentang UU ITE, UU Nomor 8 Tahun 199 Tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 8 dan 62 UU Cipta Kerja. “Ancaman 5 tahun penjara,” Ujarnya. (Bd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!