Hukrim  

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pencurian Tiang Fiber Optik KAI di Surabaya

Empat pelaku (pakai baju tahanan) pencurian tiang fiber optik milik PT KAI di pelintasan kereta api Jalan Ahmad Yani. Yang diringkus polisi.

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Poliri meringkus empat dari lima pelaku pencurian tiang fiber optik milik PT KAI Daop 8 Surabaya.

Kapolsek Wonocolo Kompol M. Sholeh menyatakan, polisi meringus empat tersangka pada Kamis (22/2/2024). Mereka adalah BTP (31), MCA (43), H (41), DRA (28) yang seluruhnya warga Jemur Wonosari, Surabaya.

Dikatakanya, maling tiang fiber optik milik PT KAI Daop 8 Surabaya dengan santai saat menjalankan aksinya di jalur pelintasan kereta Jalan Ahmad Yani, Surabaya tepatnya depan Jatim Expo pada Rabu (21/2/2024) siang.

“Ada satu pelaku yang masuk DPO, inisialnya F. Iya, tiang itu ditumbangkan lalu diangkat. Ngangkatnya pakai mobil, diangkat dibawa ke perkampungan untuk ditawarkan ke pengepul,” katanya. Senin (26/2/2024).

Waktu melakukan aksinya, kawanan maling ini menggunakan linggis untuk menarik tiang sepanjang sembilan meter itu. Tiang itu kemudian dipotong jadi enam bagian menggunakan gerenda.

“Mereka dengan enak melakukan pemotongan cagak atau tiang komunikasi KAI dengan santai dan seakan-akan tidak ada hukum, sehingga mereka berupaya menumbangkan lalu membawa dengan santai saja,” paparnya.

Setelah dipotong menjadi beberapa bagian, mereka kemudian menjual tiang itu kepada pedagang besi tua. Kata Sholeh, satu tiang dijual senilai Rp 475 ribu.

“Estimasi dijual kiloan dan saat ditimbang beratnya sebesar 84 kilogram dan dibagi rata berlima , masing-masing mendapat sebesar Rp 60 ribu, sisanya dibuat untuk sewa mobil dan beli rokok,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, para tersangka bekerja sehari-hari sebagai penjual asongan di depan Jatim Expo Surabaya waktu ada event. Mereka mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena sepi kegiatan.

“Karena mungkin beberapa kali Jatim Expo tidak ada event, sehingga mereka melakukan upaya pencurian barang milik KAI,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.***

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Luqman Arif Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, mengatakan akibat peristiwa pencurian tiang fiber optik tersebut, memang tidak begitu berdampak dalam operasional kereta.

“Akibat pencurian ini, Alhamdulillah enggak menimbulkan dampak tertentu kepada kereta api.” Singkatnya.***

Pewarta : AGUS W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!