godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Nasional / PPK Kemensos, Sebut Politikus PDIP Ihsan Yunus Pengusul Vendor Pengadaan Bansos Covid-19
Rumah politikus PDIP, Ihsan Yunus, di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang digeledah penyidik KPK

PPK Kemensos, Sebut Politikus PDIP Ihsan Yunus Pengusul Vendor Pengadaan Bansos Covid-19

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementrian Sosial (Kemensos), Adi Wahyono menyebut nama politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus sebagai pengusul vendor pengadaan bantuan sosial Covid-19 di Kemensos RI.

Hal tersebut disampaikan Adi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3/2021), untuk dua orang terdakwa, yaitu Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja dalam perkara suap terkait penunjukan perusahaan penyedia Bansos sembako Covid-19.

Dalam persidangan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan deretan nama-nama perusahaan yang ditunjuk menjadi vendor pengadaan bansos sembako yang tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Adi saat penyidikan. Salah satu nama yang disebut termasuk mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus.

“Dalam BAP saudara ini ada nama Kukuh, Marwan Dasopang, Hartono Laras, Dadang Iskandar, Ihsan Yunus, Juliari Peter Batubara, Candra Manggih dan Royani. Ini tentu kan saudara tidak salah sebut tentu ada data? Saudara bisa memasukkan nama pengusul atau afiliasi ini ceritanya bagaimana?”Tanya Jaksa Nur Azis.

“Waktu menyampaikan informasi pengusul itu kan sudah di akhir-akhir kegiatan, makanya informasi-informasi itu adalah akumulasi dari kami, sering melakukan pertemuan jadi saya mendengar,” jawab Adi.

Jaksa lalu mengonfirmasi, apakah pengusul vendor tersebut melakukan pertemuan terkait pengadaan bansos. Adi pun membenarkan hal tersebut.

“Misalnya Andalan Pesik Internasional, Ihsan Yunus, Anugerah Badan Kencana, Erwin Tobing, gitu ya?” cecar Jaksa Nur Azis.

“Iya,” jawab Adi.

“Lalu Sri Citra Pratama, Juliari Peter Batubara, gitu ya?” tanya Jaksa Nur Azis lagi

“Iya,” ucap Adi.

“Jadi karena ini seringnya suadara rapat, kemudian saudara mengetahui bahwasannya perusahaan-perusahan ini terafiliasi dan diusulkan oleh nama-nama tersebut, betul ya?,” tanya Jaksa.

“Betul,” jawab Adi.

Dalam perkara ini, Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai Rp1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Atas perbuatannya, Harry dan Ardian dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Untuk diketahui, Adi Wahyono yang merupakan mantan PPK pengadan bansos sembako bantuan Covid-19, pada Kemensos juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, dalam perkara ini, Ihsan Yunus baru sekali diperiksa oleh KPK. Pada Kamis 25 Februari 2021 lalu, mantan wakil ketua komisi VIII DPR dipemeriksa sekitar delapan jam, yaitu sejak sekitar pukul 14.00 WIB hingga 21.40 WIB terkait suap bansos Covid-19.

 “Saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Kalau mau ada yang ditanyakan silakan konfirmasi ke tim penyidik KPK.” kata Ihsan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (25/2/2021) lalu.

Politisi yang telah dirotasi menjadi anggota Komisi II DPR itu, saat ditanya wartawan, Rumah yang berlokasi di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur. yang digeledah KPK pada Rabu (24/2/2021) lalu benar merupakan miliknya ? “Iya rumah saya sudah digeledah kemarin,” Jawab Ihsan singkat. (bd)

Check Also

Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pegawai Komisi pemberantasan korupsi (KPK) berinisial IGAS yang bertugas pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!