godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , November 24 2020
Home / Investigasi / Proyek Irigasi P3TGAI Padat Karya, Didesa Jatigedong Jombang Malah Dikerjakan Pemborong ?
Proses mengaduk semen proyek saluran irigasi P3TGAI didesa Jatigedong, tidak mengunakan mesin molen, dilakukan secara manual dengan cangkul. Jum’at (28/8/2020)

Proyek Irigasi P3TGAI Padat Karya, Didesa Jatigedong Jombang Malah Dikerjakan Pemborong ?

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek saluran irigasi di Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang bersumber dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) diduga bermasalah.

Pasalnya proyek yang seharusnya padat karya, atau dikerjakan secara swakelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Tirto Bening, desa Jatigedong, tapi kenyataanya dilapangan pekerjaan tersebut diduga diborongkan atau dikerjakan pemborong.

Menurut  HR salah seorang anggota BPD Desa Jatigedong, mengatakan tahun 2020 ini desa Jatigedong, kecipratan bantuan P3TGAI dari Dirjen sumberdaya air (Dirjen SDA) Kementrian PUPR bantuan tersebut berupa pembangunan saluran irigasi.

“Pelaksanaan proyek saluran irigasi P3TGAI ini seharusnya dikerjakan secara swakelola oleh HIPPA ‘Tirto Bening’ desa Jatigedong. Tapi dari laporan yang saya terima, kenyataan  pekerjaan dilapangan diborongkan, atau dikerjakan pemborong. Pekerjaan diborongkan kepada Matsalon, dengan nilai Rp 180 juta. Padahal anggaran dari pusat proyek tersebut Rp 195 juta.” Kata HR kepada NusantaraPosOnline.Com. Jum’at (28/8/2020).

Proyek saluran irigasi di desa Jatigedong yang dibiayai APBN 2020 Rp 195 juta melalui P3TGAI Dirjen SDA Kementrian PUPR. Jum’at (28/8/2020)

Ia menjelaskan, jelang anggaran proyek irigari P3TGAI ini cair pengurus baru HIPPA ‘Tirto bening’ juga dibentuk pengurus baru, setahu saya pengurusnya baru tersebut yakni Sueb, Joko, dan Mat. Dan ketua HIPPA yang lama yaitu Sugiono, tidak dilibatkan lagi dalam kegiatan ini.

“Tiga orang pengurus baru HIPPA yang baru Sueb, Joko, dan Mat, ini mungkin hanya pajangan saja. Selanjutnya proyek mulai dikerjakan tanggal 20 Agustus 2020. Setelah proyek berjalan 1 mingguan, hal ini ramai dipermasalahkan warga, bahkan ditulis dimedia. Setelah kasus ini ramai disorot warga. Ketua HIPPA yang lama Sogiono, ditarik dan dilibatkan dalam proyek tersebut, tapi ia hanya dilibatkan sebagai tenaga kerja, atau tenaga kuli.” Ujar HR.

HR menegaskan, setahu saya perkerjaan tersebut sebelum dana proyek cair, dibentuk pengurus HIPPA baru, pengurus lama ditinggal, pekerjaan diborongkan kepada Matsalon. “Setelah kasus ini ramai, kemudian ketua HIPPA yang lama baru dilibatkan pada proyek tersebut, bekerja sebagai kuli (pekerja), dan pemborong bernama Matsalon jarang kelapangan (keproyek) ia digantikan Supratno. Tapi intinya pekerjaan ini diduga kuat tetap diborongkan, itu cuma trik mereka saja, agar terlihat seakan-akan pekerjaan ini dikerjakan swaklola. Dan ini tidak sesuai petunjuk teknis P3TGAI.” Tegas HR.

Dari pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan, pekerjaan proyek tersebut berupa saluran irigasi sepanjang 250 meter. Dibiayai dari APBN 2020 sebesar Rp 195 juta melalui P3TGAI Dirjen SDA Kementrian PUPR. Pengerjaan proyek tersebut, dikerjakan secara asal-asalan, contohnya, bahan material pasir yang digunakan berkualitas buruk, yakni pasir campur tanah. Mengaduk semen dan pasir, tidak mengunakan mesin molen. Diaduk secara manual dengan cangkul.

Supratno (Kaos garis-garis) berada dilokasi proyek P3TGAI desa Jatigedong. Jum’at. (28/8/2020)

Tak hanya dari keterangan warga setempat, pelaksanaan pembangunan ini dilakukan kasak-kusuk oleh Kades Jatigedong, pembangunan tidak ada Musyawarah desa (Musdes), dan tidak ada koordinasi dengan BPD dan LPMD dan Tokoh masyarakat setempat.

Ditemui dilokasi proyek Supratno, saat dikonfirmasi, ia membantah tudingan bahwa proyek diborongakan. Proyek ini dikerjakan secara swakelola oleh HIPPA desa Jatigedong. “Jadi proyek ini dikerjakan sendiri tidak diborongkan.” Kata Supratno, dilokasi proyek. Jum’at (28/8/2020).

Apa Kapasitas Supratno, setiap hari berada dilokasi proyek ? “Saya sebagai perencanaan kegiatan. Dan saya dimintai tolong untuk mengawas-ngawasi (Mengawasi) proyek ini” Jawab Supratno.

Dimintai tolong oleh siapa ? setiap hari mengawasi proyek ini ? “Saya cuman dimatai tolong mengawasi proyek ini, karena saya selaku perencanaan. Proyek.” Ujar Supratno.

Sementara itu Kepala Desa Jatigedong Siti Junaidah saat hendak dimintai klarifikasi masih sulit untuk ditemui. (Why)

Check Also

Sedot APBD 2018 Rp 1,2 M Jembatan Bambu Mangrove Mangkrak

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Janji Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menjadikan Jembatan Bambu yang bereda di Kawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!