Puluhan Warga Desa Kedungjati Jombang Demo PT CMI

Suasana mediasi antara warga Desa Kedungjati, Jombang, yang tergabung Aliansi Pemuda Desa Kedungjati, saat menggelar aksi demonstrasi di PT Camino Industrial Indonesia. Kamis (22/12/2022).

JOMBANG,NusantaraPosOnline.Com-Puluhan warga Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang Jawa Timur yang tergabung Aliansi Pemuda Desa Kedungjati (APDK) menggelar aksi demonstrasi di depan PT Camino Industrial Indonesia (PT. CMI) di Desa Setempat. Kamis (22/12/2022).

Puluhan massa datang dengan menggunakan mobil komando dan pengeras suara. Aksinya dimulai dari depan pintu masuk perusahaan sekitar pukul 08.00 WIB. Masapun melakukan orasi secara bergantian.

Untuk menyuarakan tuntutan mereka, massa pendemo, membawa sejumlah poster yang bertuliskan sejumlah tuntutan, di antaranya, Jangan ada perjanjian sepihak diantara kita, Kami orang pribumi tidak mau dibodoh-bodohi, segera turun dari jabatanmu, Tanah kau beli pabrik kau dirikan, kami kau terlantarkan, Perusahaan harus patuh Undang-Undang jangan asal PHK, Warga Kedungjati nagih janji, dan Hapus Outsourcing di PT CMI.

Koordinator aksi Hendrik dalam orasinya mengatakan, aksi yang mereka lakukan hari ini, pihaknya menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak PT. CMI, diantaranya adalah menuntut PT.CMI untuk memprioritaskan warga setempat dalam merekrut tenaga kerja. Serta meminta agar perusahaan tidak melakukan PHK sepihak, terhadap warga Kedungjati.

Kami juga menuntut, agar perusahaan memberikan CSR (corporate social responsibility)  yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan pada lingkungan. Dan meminta PT CMI melakukan penangulangan pencemaran kerusakan lingkungan hidup.

Warga Desa Kedungjati, Jombang, yang tergabung Aliansi Pemuda Desa Kedungjati, saat menggelar aksi demonstrasi di depan PT Camino Industrial Indonesia. Kamis (22/12/2022).

“Kami menagih janji PT CMI tentang tidak adanya Outsourcing di perusahaan, seperti yang disampaikan waktu sosialisasi dengan warga setempat. Kami juga menuntut agar perusahaan memberi jaminan kebebasan berserikat bagi karyawan PT CMI.” Ujar Hendik, dalam orasinya.

Setelah sekirar 30 menit menggelar orasi secara bergantian di halaman depan perusahaan, sejumlah perwakilan warga diterima oleh pihak perusahaan, untuk melakukan mediasi di dalam salah satu ruangan kantor perusahaan.

Pantauan dilapangan, massa berkumpul di pintu gerbang perusahaan. Sementara perwakilan massa didampingi kepala Desa Kedungjati dengan pihak manajemen perusahaan dan penyedia jasa outsoursing terlibat perundingan alot dalam ruangan kantor perusahaan. Dan terlihat pengamanan dari pihak kepolisian, jajaran satpol PP dan satpam perusahaan. Aksi demonstrasi ini berakhir sekitar pukul 14.00 WIB dan berjalan aman dan dan kondusif.

Terkait hal ini Kepala Desa Kedungjati Suwaji mengatakan, aksi protes yang dilakukan warganya dipicu sejumlah warga yang merasa tak diutamakan dalam perekrutan karyawan.

”Saat ini hanya ada 67 warga yang diterima kerja. Dari jumlah tersebut, sudah ada beberapa orang yang di PHK. Sedangkan, puluhan warga lainnya sudah diinterview namun belum jelas nasibnya.”  Ujarnya.

Ia menjelaskan, memang tadi sudah ada pertemuan yang digelar di perusahaan. Namun dalam pertemuan tadi bisa dibilang belum ada kesepakatan apa pun yang bisa diambil.

”Tadi kita belum bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan. Sehingga belum bisa membahas secara detail, tadi hanya bertemu perwakilan perusahaan yakni manajemen outsoursing PT CMI.” ungkapnya.

Dia menambahkan, meski belum ada kesepakatan apa pun, namun dari pihak perusahaan outsourcing berjanji untuk akan mempertemukan perwakilan warga, Pemdes dengan perusahaan nantinya.

”Jadi intinya, nanti masih ada pertemuan lagi. Saya berharap, agar apa yang diinginkan warga nanti bisa diakomodir, warga bisa dipekerjakan, yang dirumahkan bisa kerja lagi.” Ujar Kades usai mendampingi warganya.

Sementara itu, Manajemen Outsoursing PT CMI, Zaenal Arifin yang menemui perwakilan para warga, ia membenarkan memang sudah ada kesepakatan antara warga. Bahwa dalam merekrut tenaga kerja akan memprioritaskan warga desa setempat.

”Betul memang sudah ada kesepakatan rekrutmen karyawan, akan memprioritaskan warga Desa Kedungjati, namun hal ini harus disesuaikan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. Terkait masalah pekerja outsoursing, memang PT CMI ini belum memungkinkan untuk merekrut karyawan tetap. Kondisi ini hampir sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang ada di Jombang. Nggak mungkin pakai karyawan tetap tapi Outsoursing.” Kata Zaenal Arifin.

Dia menjelaskan, pada kontrak Januari 2023 nanti pihaknya akan prioritaskan pemuda desa Kedungjati. Ia juga menjelaskan, terkait PHK sepihak, itu tidak ada. Karena apa yang kita lakukan sesuai aturan. Ujarnya.

Disinggung soal CSR dan lain-lain, Zaenal mengaku dirinya tidak ada kewenangan untuk  menjawab hal tersebut.

”Terkait masalah tuntutan warga terkait CSR. Itu bukan ranah saya untuk menjawabnya. Karena itu, menjadi ranahnya desa dengan pabrik.” imbuh Zaenal. (Rin/Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!