Hukrim  

Sempat Divonis Bebas, Seorang Pemerkosa Di Jombang Akhirnya Divonis 8 Tahun Buai

Fathur Rohman Firza (19) terdakwa kasus pencabulan atau pemerkosaan asal Kecamatan Diwek, dikeler petugas Kejari Jombang, untuk dijebloskan ke Lapas Jombang.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Fathur Rohman Firza (19) terdakwa kasus pencabulan atau pemerkosaan asal Kecamatan Diwek. Ia diringkus pada Kamis (20/1/2022) di kawasan pasar wisata Makam Gus Dur, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Setempat selaku Eksekutor.

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Imran mengtakan, eksekusi tersebut dilakukan setelah permohonan kasasi JPU dikabulkan Mahkamah Agung. Hal itu berdasarkan putusan kasasi pasal 226 juncto pasal 257 KUHP dengan nomor 1183 K/Pid/2021.

Upaya hukum ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jombang memvonis vonis bebas terdakwa pada sidang putusan yang digelar 21 Juli 2021. Saat itu, terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah dalam perkara dugaan pencabulan terhadap teman wanitanya, sebut saja Kuntum (19).

“Akhirnya dalam putusan kasasi, terdakwa terbukti melanggar pasal 285 KUHP. Selain vonis 8 tahun penjara, terdakwa juga dikenakan denda maupun biaya perkara. Proses eksekusu hari ini berlangsung lancar. Terdakwa kami jemput saat berada di kawasan pasar wisata religi Makam Gus Dur di Cukir,” kata Imran.

Atas eksekusi tersebut, kuasa hukum terdakwa, Edi Haryanto mengatakan, pihak akan melakukan upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) untuk kliennya.

“Karena tidak ada unsur hukum yang bisa menjerat klien saya dari pasal 285 KUHP (tentang pemerkosaan),” kata Edi ketika ditemui terpisah.

Menurut Edi, yang terjadi terdakwa dengan pelapor (korban) atas dasar suka sama suka. Korban melapor kepada polisi lantaran batal dinikahi oleh kliennya. “Jadi tidak ada unsur pemaksaan tidak ada, korban melapor karena tidak jadi dinikah,” pungkasnya.

Kasus ini bermula laporan korban ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Fathur. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hingga akhirnya, pelaku ditangkap Polres Jombang pada 2 Desember 2020.

Dari pemeriksaan diketahui bahwa peristiwa ini bermula saat korban dijemput oleh terdakwa sekitar Oktober 2019. Bunga lantas diajak nongkrong oleh terdakwa di salah satu kafe di Kelurahan Jelakombo, Jombang. Di tempat itu, korban dipaksa melalukan hubungan layaknya suami istri dengan terdakwa.

Sejak itu, keduanya mengulang perbuatan tersebut. Bahkan terdakwa juga melakukan hal serupa hingga lebih dari 10 kali di rumah korban saat sedang sepi. Korban kemudian hamil hingga melahirkan bayi laki-laki. Namun terdakwa enggan bertanggungjawab. Hehingga kasus ini masuk kerana hukum. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!