godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , September 18 2019
Home / Nasional / Sidang In Absentia Cara Ampuh KPK Untuk Rampas Aset Sjamsul Nursalim
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Sidang In Absentia Cara Ampuh KPK Untuk Rampas Aset Sjamsul Nursalim

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Beberapa waktu lalu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegagas rencana KPK akan mengelar sidan dengan sestem In absentia atau atau peradilan tanpa dihadiri terdakwa, Sjamsul Nursalim dan Istrinya Itjih Nursalim yang menjadi tersangka kasus kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tahun 1998.

Gagasan baru KPK ini layak untuk di apresiasi karena sejak berdirinya KPK sampai hari ini Sjamsul dan Itjih tak pernah mau datang ke sidang pengadilan terkait pelanggaran Bantuan Likuiditas Bank Indoensia (BLBI) yang diterima BDNI, sehingga negara dirugikan hingga Rp 4,58 triliun.

Pasangan suami istri Sjamsul dan Itjih pada hari Senin 10 Juni 2019 lalu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga bersama-sama melakukan tindakan yang merugikan negara bersama mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Sjafruddin Temenggung terkait BLBI. Sjamasul disebut menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus dengan indikasi kerugian keuangan negara senilai Rp 4,58 triliun tersebut.

Pentersangkaan Sjamsul dan Itjih sendiri menyusul vonis yang dijatuhkan kepada mantan Kepala BPPN Sjafruddin Arsyad Temenggung divonis penjara 15 tahun oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Syaf dianggap merugikan negara sebesar Rp4,58 triliun dalam kasus BLBI BDNI. 

Keduanya disangkakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hanya saja selama sidang baik sebagai saksi hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Sjamsul dan istrinya Itjih sama sekali tidak pernah menampakkan batang hidungnya dipersidangan.

Sjamsul sendiri telah mangkir dalam 3 kali dari panggilan KPK. KPK juga pernah mengirimkan informasi pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan tersangka Sjamsul dan Itjih ke empat alamat.

Empat alamat tersebut terdiri dari 3 alamat di Singapura dan 1 alamat di Indonesia. Ketiga alamat di Singapura adalah The Oxley, Cluny Road, dan alamat kantor pusat dari Giti Tire Pte. Ltd, perusahaan terafiliasi dengan PT Gajah Tunggal Tbk. Sementara alamat di Indonesia adalah rumah di Simprug, Grogol Selatan, Kebayoran Lama.

Pihak KPK mengaku segera merampungkan berkas perkara Sjamsul Nursalim dan Istrinya Itjih Alasan pelengkapan berkas kasus ini sedang dikebut, karena KPK ingin kasus yang membelit pasangan suami istri itu bisa segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

“Kami harapkan masuk secepatnya prosesnya di Pengadilan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019) lalu.

Saut mengaku tak mau memikirkan mengenai keberadaan Sjamsul dan istri Itjih yang hingga kini belum diperiksa karena kerap mangkir dalam pemanggilan KPK. Diketahui, bahwa Sjamsul sudah menetap di Singapura.

Meski Sjamsul dan istrinya belum pernah diperiksa dalam kasus BLBI. KPK, kata Saut akan menggunakan sistem peradilan in absentia atau peradilan tanpa dihadiri terdakwa.

“Ya, kan sudah ada standartnya. In absentia,” ujar Saut.

Lebih lanjut, Saut mengaku penyidik juga terus berkordinasi dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB), penegak hukum korupsi di Singapura untuk bisa memulangkan Sjamsul dan istrinya ke Indonesia.

“CPIB sudah jelas, Kerja sama nanti bagaimana mereka bisa bantu kami. Mereka welcome kok. Pak Laode sudah dua kali ke sana bertemu,” tutup Saut.

Dalam kasus ini, KPK juga sedang berfokus mendeteksi semua aset milik Sjamsul, yang didapat dari korupsi BLBI yang telah merugikan negara sebesar Rp 4.58 triliun. Menurutnya, perampasan aset itu dilakukan untuk mengembalikan uang negara yang telah dicuri.

“Mau enggak mau (usut aset Sjamsul),” tutup Saut. (Iditor : Junsri)           

Check Also

Pemerintah Bakal Larang Ekspor Nikel Per 1 Januari 2020

JAKRTA, NusantaraPosOnline.Com- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) memutuskan melakukan pelarangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *