Hukrim  

Sidang Lanjutan Gus Bekhi Jombang, JPU Putar Rekaman Bukti Pencabulan

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Gus Bechi, terdakwa kasus dugaan pemerkosaan santriwati di Jombang. Menjalani sidang di PN Surabaya. Kamis (1/8/2022).

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutar rekaman suara dalam persidangan ke 9,  kasus dugaan pemerkosaan santriwati di Ponpes Siddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang oleh terdakwa Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Gus Bechi. Kamis (1/8/2022) di PN Surabaya.

Persidangan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu dengan agenda sidang yakni mendengarkan pernyataan dari saksi korban.

“Hari ini ada dua saksi yang dimintai keterangan, sementara saksi lainnya sudah dimintai keterangan pada sidang sebelumnya,” Kata JPU Tengku Firdaus usai persidangan. Kamis (1/8/2022).

Tengku Firdaus mengatakan, dalam sidang tersebut pihaknya telah memutar rekaman pembicaraan yang menguatkan Dakwaan atas pemerkosaan terhadap santriwati tersebut.

“Tadi kami memutar rekaman pembicaraan, yang mana ini telah memperkuat dakwaan. Saksi ini, adalah orang yang mendengar dan menyaksikan secara langsung atas terjadinya tindak pidana pemerkosaan. Oleh terdakwa” Ujarnya.

Disinggung soal identitas saksi yang dihadirkan, dan apakah saksi bagian dari korban? “Saksi ini adalah orang yang melihat dan mendengar langsung tindak pidana itu, namun secara Implisit kami tidak bisa menyebut identitasnya.” Kata Tengku Firdaus.

Tengku Firdaus menegaska, bahwa yang pasti, saksi ini yang mendengar dan mengetahui secara langsung “Untuk identitas saya mohon maaf tidak bisa menyebutkan apakah itu bagian dari korban,” tegasnya.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, I Gede Pasek Suardika mengtakan, bahwa rekaman yang diputar JPU dalam sidang tidak mempunyai Qualified sebagai barang bukti.

“Rekaman itu tidak mempunyai qualified sebagai barang bukti. Itu adalah rekaman yang ingin menjatuhkan Mas Bechi sebagai ketua Organisasi Pemuda Siddiqiyyah (Opshid) dan calon Mursyid.” Ujarnya. Kamis (1/8/2022).

Menurut Gede, rekaman tersebut diambil secara diam-diam tanpa izin dari pihak pengurus Siddiqiyyah.

“Itu rekaman diambil secara diam-diam tanpa izin, dan masuk dalam katagori pelanggaran ITE. Saya sudah menayakan, kepada Sekretaris Siddiqiyyah mereka mengaku tidak punya rekaman itu.” Terangnya.

Disinggung terkait korban pernah chat dengan terdakwa dengan kata-kata sayang, Gede membenarkan. “Ya chat itu memang benar. Dan nanti kita akan tunjukan bukti itu.” Ujar kuasa hukum Gus Bekhi.

Untuk diketahui, Ponpes Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes Siddiqiyyah), Desa Losari, Jombang ini diasuh oleh KH. Muchtar Mu’thi, ayah dari terdakwa Gus Bekhi. Pesantren ini yang memiliki ribuan, bahkan mungkin jutaan santri yang tersebar di Nusantara. (Fri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!