JOMBANG, Nusantara PosOnline.com – Dalam rangka meningkatkan produktifitas lahan pertanian warganya. Pemerintah Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa timur, membangun saluran irigasi sepanjang 116 meter.
Bangunan saluran irigasi tersebut berlokasi di Dusun Ngentak desa Sukosari, Jombang, yang menggunakan bahan pasangan batu kali, dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari APBD Jombang TA 2021. Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 75 juta, dengan pengerjaan dilakukan secara swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.
Kepala desa Sukosari, H. Nurjono mengatakan, pembangunan saluran irigasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian warganya. Dengan pembangunan irigasi akan melancarkan aliran air ke lahan pertanian.
“Jadi dengan adanya pembangunan saluran irigasi ini bisa mengatasi kekurangan air dilahan pertanian. Sehingga masyarakat petani dapat dengan baik dan maksimal dalam mengelola lahannya, karena kebutuhan air ini sering menjadi kendala. Oleh karena itu kita bangun saluran irigasi.” Kata Kades Nurjono.
Nurjono berharap, kedepan mudah-mudahan dengan adanya pembangunan saluran irigasi ini, seluruh lahan pertanian dapat terairi dengan baik dan merata, mulai dari hulu sampai hilir.
“Mudah-mudahan akan mampu mendongkrak semangat dan dapat meningkatkan penghasilan petani yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Nurjono juga menjelaskan, bangunan saluran irigasi ini berlokasi di tepi jalan lingkungan dan lahan pertanian warga. Jadi bangunan irigasi tersebut selain untuk melancarkan aliran air kelahan pertanian, juga berfungsi untuk menahan badan jalan agar tidak tergerus air hujan. Dan sekaligus berfungsi untuk penataan lingkungan. Karena dengan adanya saluran irigasi, lingkungan terlihat rapi.
“Jadi bangunan saluran irigasi yang kita bangun, banyak sekali manfaatnya, bagi warga.” Ungkapnya.
Menurut Nurjono, tidak dapat dipungkiri air merupakan kebutuhan penting dan menyangkut kebutuhan masyarakat banyak. Maka pihaknya beserta elemen masyarakat menjadikan prioritas pembangunannya, agar program pembangunan fisik yang dilakukan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
“Namun bukan berarti yang lainnya tidak penting, hanya karena terbatasnya anggaran perlu memilah yang mana yang harus didahulukan dan mendesak untuk segera diwujudkan. Program-program yang lainnya juga tetap akan kami garap sesuai dengan ketersedian anggaran, secara bertahap dan berkesinambungan,” pungkas Nurjono.
Ditempat terpisah Ketua Tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Sukosari, Amirullah, menjelaskan, pengerjaan dimulai pada Awal Desember 2021 dan pada akhir Desember 2021 bangunan sudah selesai 100 persen.
“Alhamdulilah saat ini bangunan sudah berfungsi dengan baik, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga selaku penerima manfaat pembangunan. Saya berharap pembangunan ini dapat membawa banyak manfaat bagi warga.” Kata Amirullah.
Menurut Amirullah, pengerjaan pembangunan mulai awal pengerjaan, dan sampai bangunan selesai, pengerjaan berjalan lancar sesuai rencana. Hal ini berkat kekompakan dan kerjasama yang baik TPK, Pemdes, BPD dan berkat dukungan masyarakat setempat. Ujar Amirullah. (Ris/Snt)










