Daerah  

Tolak Konversi Kebun Teh ke Sawit, Kantor PTPN IV Medan Didemo Warga

Foto ilustrasi. Komisi II DPRD Kabupaten Simalungun saat Rapat dengar pendapat dengan PTPN 4 di gedung DPRD setempat, membahas terkait rencana konversi unit Kebun Teh Sidamanik menjadi Sawit yang ditolak warga. Senin (20/06/2022).

MEDAN, NusantaraPosOnline.Com-Sejumlah warga dari Kabupaten Simalungun yang menamakan diri Aliansi Gerakan Simalungun Tolak Konversi, mengelar aksi unjuk rasa di Kantor PTPN IV Jalan Letjen Suprapto, Kota Medan, Kamis (23/6/2022).

Aksi tersebut untuk menolak adanya rencana pihak PTPN IV kota Medan yang akan mengkonversi kebun teh di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,
menjadi kebun kelapa sawit.

Koordinator aksi, Nico Nathanael Sinaga mengatakan, penolakan ini dilakukan karena warga khawatir jika dilakukan konversi teh menjadi kebun sawit, akan menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Sidamanik. Oleh karena itulah kami menolak, rencana tersebut.

Menurut Nico, penolakan ini mereka serukan bukan tanpa alasan, berdasarkan pengalaman kasus konversi teh menjadi kebun sawit di Kebun Marjandi, Kecamatan Panei, Simalungun yang dilakukan pada 2006 lalu, selanjutnya banjir mulai rutin terjadi di Kelurahan Panei Tongah, dan sampai hari ini belum ada solusi atas persoalan tersebut.

“Jadi atas dasar itu, kami menuntut PTPN IV harus menghentikan rencana konversi di Kebun Bah Butong.” Kata Niko, disela-sela aksi. Kamis (23/6/2022).

Pengunjuk rasa juga menyoroti temuan mereka terdapat lahan tidak produktif seluas 275 hektare milik PTPN IV yang kini digarap masyarakat. Pengunjukrasa menilai konversi tersebut merupakan bagian dari upaya PTPN IV untuk penyelamatan aset perusahaan berstatus BUMN tersebut yang telah lama mereka telantarkan.

“Terkait masalah ini, kami berharap pemerintah menggunakan kewenangannya untuk menghentikan rencana tersebut. Dan kami meminta PTPN IV bertanggungjawab atas banjir yang kerap melanda warga Panei Tongah pasca konversi tanaman teh menjadi kebun sawit yang mereka lakukan sejak tahun 2016 silam.”  Tegas Niko, mewakili para pengunjuk rasa. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!